Jenis Shared Hosting, VPS, dan Cloud Hosting untuk Website

Last updated on December 22

Kalau kamu baru mau bikin website, satu hal yang hampir pasti bikin bingung adalah urusan hosting. Buka Google, yang muncul malah istilah teknis: shared hosting, VPS, cloud hosting, server, resource, CPU, RAM, dan lain-lain. Bukannya tercerahkan, malah makin pusing.

Padahal, memilih jenis hosting itu penting banget. Salah pilih, website bisa lemot, sering down, atau malah boros biaya. Tapi tenang, artikel ini dibuat khusus buat kamu yang ingin paham hosting tanpa harus jadi anak IT.

Di sini kita akan bahas jenis shared hosting, VPS, dan cloud hosting untuk website, lengkap dari pengertian, kelebihan, kekurangan, sampai mana yang paling cocok buat kebutuhan kamu.

dipstrategy-body-artikel-jenis-shared-hosting-vps-dan-cloud-hosting-untuk-website


Apa Itu Hosting Website?

Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, kita samakan dulu pemahaman.

Hosting website adalah tempat untuk menyimpan semua file website kamu: gambar, teks, database, script, dan lain-lain. File-file ini disimpan di sebuah komputer khusus yang disebut server, yang aktif 24 jam dan terhubung ke internet.

Kalau domain itu ibarat alamat rumah, maka hosting adalah rumahnya. Tanpa hosting, website kamu tidak bisa diakses siapa pun.

Nah, perbedaan shared hosting, VPS, dan cloud hosting terletak pada:

  • Cara server digunakan

  • Pembagian resource

  • Performa

  • Fleksibilitas

  • Biaya


Apa Itu Shared Hosting?

Pengertian Shared Hosting

Shared hosting adalah jenis hosting di mana satu server digunakan bersama-sama oleh banyak website sekaligus. Semua pengguna berbagi resource yang sama, seperti CPU, RAM, dan storage.

Ibaratnya, shared hosting itu seperti kost atau kontrakan rame-rame. Satu rumah, tapi isinya banyak penghuni.

Cara Kerja Shared Hosting

  • Satu server fisik

  • Banyak akun website di dalamnya

  • Resource dibagi rata

  • Pengelolaan server dilakukan oleh provider hosting

Kamu tinggal pakai, tanpa perlu mikirin hal teknis.

Kelebihan Shared Hosting

  1. Harga paling murah
    Cocok buat pemula atau website dengan budget terbatas.

  2. Mudah digunakan
    Biasanya sudah pakai cPanel atau dashboard sederhana.

  3. Tidak perlu skill teknis
    Cocok buat yang baru belajar bikin website.

Kekurangan Shared Hosting

  1. Performa terbatas
    Kalau “tetangga” server kamu rakus resource, website bisa ikut lemot.

  2. Kurang fleksibel
    Tidak bisa custom server secara bebas.

  3. Kurang cocok untuk traffic besar
    Kalau pengunjung mulai ramai, shared hosting bisa kewalahan.

Shared Hosting Cocok untuk Siapa?

  • Blog pribadi

  • Website portfolio

  • Company profile sederhana

  • Website baru dengan traffic rendah

Kalau ini website pertamamu, shared hosting biasanya sudah lebih dari cukup.


Apa Itu VPS Hosting?

Pengertian VPS Hosting

VPS (Virtual Private Server) hosting adalah jenis hosting di mana satu server fisik dibagi menjadi beberapa server virtual, dan setiap pengguna mendapat resource sendiri.

Ibaratnya, VPS itu seperti apartemen. Masih satu gedung, tapi tiap orang punya unit sendiri.

Cara Kerja VPS Hosting

  • Server fisik dibagi secara virtual

  • Setiap VPS punya CPU, RAM, dan storage sendiri

  • Resource tidak bercampur dengan pengguna lain

Ini membuat performa VPS lebih stabil dibanding shared hosting.

Kelebihan VPS Hosting

  1. Performa lebih konsisten
    Resource tidak rebutan dengan website lain.

  2. Lebih fleksibel
    Bisa custom konfigurasi server.

  3. Lebih aman
    Lingkungan server lebih terisolasi.

Kekurangan VPS Hosting

  1. Harga lebih mahal
    Di atas shared hosting, tapi masih di bawah dedicated server.

  2. Perlu pemahaman teknis
    Kecuali kamu pakai managed VPS.

VPS Hosting Cocok untuk Siapa?

  • Website bisnis yang mulai berkembang

  • Website dengan traffic menengah

  • Agency, developer, atau startup kecil

  • Website yang butuh performa stabil

Kalau website kamu mulai ramai dan shared hosting terasa “sempit”, VPS biasanya jadi langkah upgrade yang logis.


Apa Itu Cloud Hosting?

Pengertian Cloud Hosting

Cloud hosting adalah hosting yang menggunakan banyak server sekaligus (bukan satu server saja). Website kamu tidak bergantung pada satu mesin.

Ibaratnya, cloud hosting itu seperti jaringan listrik nasional. Kalau satu sumber mati, masih ada cadangan dari yang lain.

Cara Kerja Cloud Hosting

  • Website dijalankan di beberapa server

  • Resource bisa ditambah atau dikurangi secara dinamis

  • Sistem lebih tahan gangguan

Kelebihan Cloud Hosting

  1. Sangat stabil
    Risiko down lebih kecil.

  2. Skalabilitas tinggi
    Traffic naik? Resource bisa ikut naik.

  3. Cocok untuk website besar
    Tidak perlu pindah server saat website berkembang.

Kekurangan Cloud Hosting

  1. Biaya bisa lebih mahal
    Terutama jika traffic tinggi dan tidak dikontrol.

  2. Lebih kompleks
    Tidak sesederhana shared hosting.

Cloud Hosting Cocok untuk Siapa?

  • Website ecommerce

  • Startup digital

  • Website dengan traffic fluktuatif

  • Aplikasi web skala besar

Cloud hosting cocok untuk website yang tidak boleh down dan butuh fleksibilitas tinggi.


Perbedaan Shared Hosting, VPS, dan Cloud Hosting

Supaya lebih jelas, ini gambaran perbedaannya secara sederhana:

  • Shared Hosting
    Murah, mudah, tapi resource terbatas.

  • VPS Hosting
    Lebih stabil, fleksibel, tapi perlu sedikit teknis.

  • Cloud Hosting
    Paling fleksibel dan stabil, tapi biaya dan kompleksitas lebih tinggi.

Dari sisi harga → performa → fleksibilitas, urutannya biasanya:
Shared → VPS → Cloud

Hosting Mana yang Cocok untuk Website Kamu?

Ini bagian yang paling sering dicari pembaca.

Pilih Shared Hosting Jika:

  • Website baru

  • Traffic masih kecil

  • Budget terbatas

  • Tidak mau ribet teknis

Pilih VPS Hosting Jika:

  • Traffic mulai meningkat

  • Website bisnis

  • Butuh performa stabil

  • Siap belajar teknis atau pakai managed VPS

Pilih Cloud Hosting Jika:

  • Website skala besar

  • Traffic fluktuatif

  • Tidak boleh sering down

  • Siap dengan biaya yang lebih fleksibel

Intinya, tidak ada hosting yang paling benar, yang ada adalah hosting yang paling sesuai kebutuhan.


Kesalahan Umum Saat Memilih Jenis Hosting

Banyak pemula salah langkah karena hal-hal ini:

  1. Terlalu fokus harga murah
    Murah boleh, asal sesuai kebutuhan.

  2. Tidak memikirkan perkembangan website
    Website tumbuh, hosting juga harus siap.

  3. Menganggap semua hosting sama
    Padahal beda jenis, beda fungsi.

  4. Takut upgrade
    Padahal pindah dari shared ke VPS itu hal wajar.


FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pemula

Apakah shared hosting aman?
Aman untuk website kecil, asal provider terpercaya.

Apakah VPS sulit untuk pemula?
Bisa sulit jika unmanaged, tapi managed VPS cukup ramah pemula.

Apakah cloud hosting selalu lebih cepat?
Tidak selalu, tapi lebih stabil dan scalable.

Bisakah upgrade dari shared ke VPS atau cloud?
Bisa, dan ini praktik yang umum.

"Konsekuensi Mengubah Domain Website Dengan Perubahan Besar Lainnya"

Penutup: Pilih Hosting Sesuai Kebutuhan Website

Memahami jenis shared hosting, VPS, dan cloud hosting untuk website akan membantu kamu mengambil keputusan yang lebih tepat sejak awal. Jangan langsung tergiur yang paling mahal, tapi juga jangan asal pilih yang paling murah.

Website itu seperti bisnis atau proyek jangka panjang. Mulai dari yang sederhana, lalu upgrade seiring pertumbuhan.

Kalau fondasinya tepat, website kamu akan lebih siap berkembang tanpa drama teknis di kemudian hari.

Recent Post

Armand Surya Written by:

A super saiyan in disguise. Secretly study humanity as part of his counter intelligence work at Dipstrategy