Last updated on January 5
Dulu, kalau ngomongin SEO, jawabannya hampir selalu sama: “Cari backlink sebanyak-banyaknya.”
Sekarang? Dunia sudah berubah. Google makin pintar, AI Search makin agresif, dan muncul satu pertanyaan besar di kepala banyak praktisi SEO:
Apakah backlink SEO masih jadi faktor ranking di era AI Search?
Di saat Google mulai menampilkan AI Overview, SGE, dan jawaban instan berbasis AI, banyak orang mulai mikir: “Buat apa capek-capek cari backlink kalau AI tinggal nyimpulin sendiri?”
Artikel ini bakal membahas secara jujur dan realistis:
-
apakah backlink di era AI Search masih relevan,
-
apa yang berubah,
-
dan gimana strategi backlink yang masih masuk akal di 2026.
Santai, tapi tajam. Yuk kita mulai.
Contents
- 1 Apa Itu AI Search dan Google SGE?
- 2 Peran Backlink dalam SEO Tradisional
- 3 Backlink di Era AI Search: Apa yang Berubah?
- 4 Apakah Backlink Masih Jadi Faktor Ranking di 2026?
- 5 Backlink vs Faktor Lain di AI Search
- 6 Bagaimana AI Google Menilai Backlink?
- 7 Jenis Backlink yang Masih Efektif di Era AI Search
- 8 Backlink yang Mulai Kehilangan Pengaruh
- 9 Strategi Backlink SEO yang Relevan untuk 2026
- 10 FAQ – Backlink di Era AI Search
- 11 Kesimpulan: Backlink Belum Mati, Tapi Sudah Dewasa
Apa Itu AI Search dan Google SGE?
Sebelum bahas backlink, kita perlu satu persepsi dulu.
AI Search vs Search Tradisional
Search tradisional:
-
User ketik keyword
-
Google tampilkan 10 link
-
User klik & baca
AI Search:
-
User nanya
-
Google menjawab langsung
-
Link cuma jadi referensi pendukung
Di sinilah masalahnya mulai terasa buat SEO.
Google sekarang tidak hanya “menyortir halaman”, tapi menyintesis jawaban. Itulah yang disebut AI Overview dan Google SGE (Search Generative Experience).
Cara Kerja Google SGE Secara Singkat
Google SGE:
-
Mengumpulkan banyak sumber
-
Menilai trust, authority, dan relevansi
-
Menyusun jawaban berbasis AI
Artinya, bukan cuma siapa ranking #1 yang penting, tapi siapa yang dianggap paling kredibel.
Dan di sinilah peran backlink mulai berubah.
Peran Backlink dalam SEO Tradisional
Mari jujur sebentar. Backlink dulu itu “raja”.
Kenapa Backlink Dulu Sangat Kuat?
Karena konsep awal Google sederhana:
“Website yang paling banyak direferensikan website lain, berarti paling dipercaya.”
Backlink dianggap seperti:
-
voting
-
rekomendasi
-
sinyal kepercayaan
Makanya dulu:
-
beli backlink
-
PBN
-
guest post massal
…masih sering “berhasil”.
Jenis Backlink yang Pernah Sangat Berpengaruh
-
Dofollow link
-
Anchor text exact match
-
Link dari domain authority tinggi
Tapi semua itu tidak lagi bekerja dengan cara yang sama.
Backlink di Era AI Search: Apa yang Berubah?
Sekarang kita masuk ke inti.
Pernyataan Google soal Backlink
Google (melalui Gary Illyes dan John Mueller) sudah beberapa kali menyatakan bahwa:
-
Backlink bukan lagi top 3 ranking factor
-
Tapi belum dihapus sepenuhnya
Artinya?
Backlink bukan hilang, tapi turun kelas.
“Backlinks are no longer one of the top ranking factors, but they still matter for trust.”
— Google Search Team
Dari Quantity ke Context & Trust
Di era AI Search:
-
100 backlink spam ≠ 1 backlink kontekstual
-
AI tidak cuma lihat link, tapi cerita di balik link
Yang dinilai AI:
-
relevansi topik
-
siapa yang ngasih link
-
konteks kalimat
-
hubungan antar entity
Inilah kenapa peran backlink dalam AI Search jadi lebih halus tapi lebih penting.
Apakah Backlink Masih Jadi Faktor Ranking di 2026?
Jawaban jujurnya:
Ya, Masih. Tapi Bukan Sendirian.
Backlink sekarang bukan “alat naik ranking”, tapi:
-
trust signal
-
authority signal
-
credibility booster
Backlink membantu AI menjawab satu pertanyaan penting:
“Konten ini layak dipercaya atau nggak?”
Baca juga: “Teknik Membangun Backlink (White Hat SEO)“
Hubungan Backlink dengan EEAT
Google sekarang sangat mengandalkan EEAT:
-
Experience
-
Expertise
-
Authoritativeness
-
Trustworthiness
Backlink berperan besar di:
-
Authoritativeness
-
Trustworthiness
Website tanpa backlink = sulit dipercaya
Website dengan backlink asal-asalan = dicurigai
Backlink vs Faktor Lain di AI Search
Ini bagian yang sering bikin salah paham.
Backlink vs Konten Berkualitas
Konten bagus tanpa backlink:
-
informatif
-
tapi kurang dipercaya
Backlink tanpa konten bagus:
-
kelihatan manipulatif
-
susah dipakai AI
SEO 2026 = konten kuat + sinyal trust
Backlink vs Entity & Brand Authority
AI Search sangat entity-based:
-
brand
-
penulis
-
organisasi
Makanya:
-
brand mention tanpa link
-
reputasi digital
-
exposure media
…semuanya ikut dihitung.
Backlink sekarang bukan satu-satunya bukti authority, tapi bagian dari ekosistem trust.
Bagaimana AI Google Menilai Backlink?
Ini penting banget.
Sumber Link Lebih Penting dari Jumlah
AI lebih menghargai:
-
media kredibel
-
website niche relevan
-
sumber yang konsisten membahas topik tertentu
Satu backlink dari media niche relevan > sepuluh backlink random.
Konteks Link Jadi Kunci
AI membaca:
-
paragraf
-
kalimat
-
hubungan topik
Link di tengah pembahasan utama jauh lebih kuat daripada:
-
footer
-
sidebar
-
author bio
Inilah kenapa bagaimana AI Google menilai backlink sangat berbeda dengan SEO lama.
Jenis Backlink yang Masih Efektif di Era AI Search
Kalau kamu masih mau main backlink (dan memang seharusnya), fokus ke ini.
1. Backlink Editorial & Kontekstual
-
muncul alami
-
nyambung dengan topik
-
bukan hasil barter murahan
2. Backlink dari Website Otoritatif Niche
-
relevansi > domain besar
-
niche authority lebih dihargai AI
3. Digital PR & Media Mention
-
artikel liputan
-
kutipan opini
-
wawancara ahli
4. Brand Mention (Link atau Tidak)
-
tetap terbaca AI
-
membantu entity authority
“In AI Search, being talked about matters as much as being linked.”
Backlink yang Mulai Kehilangan Pengaruh
Ini yang perlu dihindari.
-
backlink spam
-
link farm
-
guest post massal tanpa relevansi
-
automation link tanpa konteks
AI sekarang lebih pintar mengabaikan daripada menghukum, tapi tetap:
“Yang tidak memberi nilai, akan diabaikan.”
Strategi Backlink SEO yang Relevan untuk 2026
Kalau dirangkum, strateginya berubah total.
Fokus Bangun Authority, Bukan Sekadar Link
-
positioning
-
expertise
-
konsistensi topik
Kolaborasi Konten & Thought Leadership
-
opini
-
insight
-
riset
Integrasi SEO, Konten, dan Digital PR
-
SEO tidak berdiri sendiri
-
backlink bukan tujuan, tapi efek samping
SEO modern itu ekosistem, bukan checklist.
FAQ – Backlink di Era AI Search
Apakah backlink masih penting di era AI Search Google?
Ya. Backlink masih penting sebagai sinyal kepercayaan, bukan lagi sebagai alat manipulasi ranking.
Apakah Google SGE masih menggunakan backlink?
Masih. Tapi lebih selektif dan kontekstual.
Mana lebih penting di 2026: backlink atau konten?
Dua-duanya saling melengkapi. Konten tanpa trust lemah, trust tanpa konten kosong.
Apakah brand mention bisa menggantikan backlink?
Belum sepenuhnya, tapi brand mention membantu entity authority.
Bagaimana cara aman membangun backlink di era AI?
Fokus ke:
-
konten berkualitas
-
kolaborasi
-
media exposure
-
relevansi niche
Kesimpulan: Backlink Belum Mati, Tapi Sudah Dewasa
Backlink SEO tidak mati.
Yang mati adalah cara lama memainkannya.
Di era AI Search:
-
backlink bukan senjata utama
-
tapi tanda kepercayaan
-
bagian dari puzzle authority
“SEO 2026 bukan soal menipu algoritma, tapi meyakinkan AI.”
Kalau kamu masih mengejar backlink tanpa konteks, mungkin hasilnya akan makin samar.
Tapi kalau kamu membangun authority yang nyata, backlink akan datang sebagai bonus.
Dan justru itu yang paling disukai AI.
