{"id":35668,"date":"2026-01-16T09:00:06","date_gmt":"2026-01-16T02:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/?p=35668"},"modified":"2026-01-22T10:59:53","modified_gmt":"2026-01-22T03:59:53","slug":"ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang\/","title":{"rendered":"AI vs Human Content: Artikel Instan Bisa Jadi Bumerang"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"266\" data-end=\"380\">\u201cKalau AI bisa menulis artikel SEO dalam beberapa detik, buat apa repot-repot mikir terlalu jauh?\u201d<\/p>\n<p data-start=\"382\" data-end=\"646\">Kalimat ini mungkin bisa saja terlontarkan oleh seseorang yang mulutnya suka asal ceplos. Bahkan, bisa jadi pernah terlintas di kepala kita sendiri\u2014terutama di era ketika <strong data-start=\"503\" data-end=\"527\">AI generated content<\/strong> bisa diproduksi secepat mie\/kopi instan. Secara logika efisiensi, pemikiran ini <em data-start=\"604\" data-end=\"611\">benar<\/em>. AI memang cepat, rapi, dan murah.<\/p>\n<p data-start=\"648\" data-end=\"940\">Tapi masalahnya, <strong data-start=\"665\" data-end=\"712\">dunia konten tidak cuma soal cepat dan rapi<\/strong>. Ada logika lain yang sering luput dibahas: <em data-start=\"757\" data-end=\"771\">logika nilai<\/em>. Dan di titik inilah, artikel instan justru bisa berubah menjadi bumerang\u2014bukan cuma untuk kualitas konten, tapi juga untuk karier penulis dan praktisi <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/seo\">SEO<\/a> itu sendiri.<\/p>\n<hr data-start=\"942\" data-end=\"945\" \/>\n<h2 data-start=\"947\" data-end=\"994\">Konten AI yang Terlalu Aman Justru Berbahaya<\/h2>\n<p data-start=\"996\" data-end=\"1230\">Sebagian besar <strong data-start=\"1011\" data-end=\"1037\">konten SEO berbasis AI<\/strong> hari ini terlihat \u201coke\u201d. Tata bahasanya rapi, strukturnya jelas, dan keyword-nya masuk semua. Tapi coba jujur sebentar: berapa banyak artikel AI yang benar-benar kamu ingat setelah membacanya?<\/p>\n<p data-start=\"1232\" data-end=\"1291\">Mayoritas konten AI punya satu ciri khas: <strong data-start=\"1274\" data-end=\"1290\">terlalu aman<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1293\" data-end=\"1306\">Aman artinya:<\/p>\n<ul data-start=\"1307\" data-end=\"1378\">\n<li data-start=\"1307\" data-end=\"1322\">\n<p data-start=\"1309\" data-end=\"1322\">Tidak berisik<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1323\" data-end=\"1340\">\n<p data-start=\"1325\" data-end=\"1340\">Nggak menantang<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1341\" data-end=\"1378\">\n<p data-start=\"1343\" data-end=\"1378\">bahkan sama sekali tidak menawarkan sudut pandang baru<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1380\" data-end=\"1641\">Dalam jangka pendek, konten seperti ini memang bisa tayang cepat dan <em data-start=\"1449\" data-end=\"1472\">kelihatan profesional<\/em>. Tapi dalam jangka panjang, ia rentan tenggelam di lautan konten serupa. Inilah yang sering luput disadari: <strong data-start=\"1581\" data-end=\"1640\">konten yang aman hari ini bisa jadi tidak relevan besok<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1643\" data-end=\"1787\">Konten yang benar-benar bernilai biasanya tidak bermain aman. Ia berani sedikit \u201caneh\u201d, sedikit tidak nyaman, dan kadang bahkan memancing debat.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\" data-start=\"1643\" data-end=\"1787\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-dipstrategy-ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-35702\" src=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-dipstrategy-ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang.jpg\" alt=\"ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang\" width=\"800\" height=\"533\" srcset=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-dipstrategy-ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang.jpg 800w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-dipstrategy-ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang-300x200.jpg 300w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/infografis-dipstrategy-ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang-768x512.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/a><\/p>\n<pre data-start=\"1643\" data-end=\"1787\"><strong>Baca ini: \"<a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/standar-e-e-a-t-vs-konten-ai-tantangan-baru-jasa-seo-2025\/\">Standar E-E-A-T vs Konten AI<\/a>\"<\/strong><\/pre>\n<hr data-start=\"1789\" data-end=\"1792\" \/>\n<h2 data-start=\"1794\" data-end=\"1844\">Information Entropy dan Cara Kerja AI Generatif<\/h2>\n<p data-start=\"1846\" data-end=\"1955\">Untuk memahami akar masalahnya, kita perlu sedikit menengok konsep dari dunia sains: <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Entropy_(information_theory)\"><strong data-start=\"1931\" data-end=\"1954\">information entropy<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p data-start=\"1957\" data-end=\"2118\">Konsep ini dipopulerkan oleh Claude Shannon, bapak teori informasi. Secara sederhana, <em data-start=\"2043\" data-end=\"2117\">nilai sebuah pesan ditentukan oleh seberapa tidak terduga pesan tersebut<\/em>.<\/p>\n<ul data-start=\"2120\" data-end=\"2255\">\n<li data-start=\"2120\" data-end=\"2181\">\n<p data-start=\"2122\" data-end=\"2181\"><strong data-start=\"2122\" data-end=\"2145\">Low entropy content<\/strong> \u2192 mudah ditebak, polanya berulang<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2182\" data-end=\"2255\">\n<p data-start=\"2184\" data-end=\"2255\"><strong data-start=\"2184\" data-end=\"2208\">High entropy content<\/strong> \u2192 mengejutkan, unik, membuka perspektif baru<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2257\" data-end=\"2511\">Masalahnya, <strong data-start=\"2269\" data-end=\"2372\">AI generatif secara matematis didesain untuk memprediksi kata berikutnya yang paling mungkin muncul<\/strong>\u2014dikenal sebagai <em data-start=\"2389\" data-end=\"2412\">next token prediction<\/em>. Artinya, AI sangat jago menghasilkan teks yang <em data-start=\"2461\" data-end=\"2473\">masuk akal<\/em>, tapi tidak selalu <em data-start=\"2493\" data-end=\"2510\">bernilai tinggi<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"2513\" data-end=\"2552\">Ini bukan salah AI. Ini sifat dasarnya.<\/p>\n<p data-start=\"2554\" data-end=\"2570\">AI unggul dalam:<\/p>\n<ul data-start=\"2571\" data-end=\"2640\">\n<li data-start=\"2571\" data-end=\"2584\">\n<p data-start=\"2573\" data-end=\"2584\">Meniru pola<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2585\" data-end=\"2606\">\n<p data-start=\"2587\" data-end=\"2606\">Merangkum konsensus<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2607\" data-end=\"2640\">\n<p data-start=\"2609\" data-end=\"2640\">Menghasilkan teks yang \u201cnormal\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2642\" data-end=\"2752\">Tapi justru karena itu, output-nya cenderung berada di wilayah entropy rendah. Aman. Rata-rata. Tidak berisik.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2754\" data-end=\"2845\">\n<p data-start=\"2756\" data-end=\"2845\">\u201cAI tidak diciptakan untuk melawan arus. Ia diciptakan untuk mengikuti arus paling kuat.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"2847\" data-end=\"2850\" \/>\n<h2 data-start=\"2852\" data-end=\"2907\">Kenapa Konten Ber-Entropy Rendah Sulit Menang di SEO<\/h2>\n<p data-start=\"2909\" data-end=\"3063\">Di sinilah banyak praktisi SEO mulai gelisah. Karena meskipun <strong data-start=\"2971\" data-end=\"2995\">AI generated content<\/strong> bisa membantu produksi massal, realitas SEO hari ini sudah berubah.<\/p>\n<p data-start=\"3065\" data-end=\"3114\">Google dan mesin pencari lain semakin fokus pada:<\/p>\n<ul data-start=\"3115\" data-end=\"3176\">\n<li data-start=\"3115\" data-end=\"3130\">\n<p data-start=\"3117\" data-end=\"3130\"><strong data-start=\"3117\" data-end=\"3130\">Authority<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3131\" data-end=\"3153\">\n<p data-start=\"3133\" data-end=\"3153\"><strong data-start=\"3133\" data-end=\"3153\">Original insight<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3154\" data-end=\"3176\">\n<p data-start=\"3156\" data-end=\"3176\"><strong data-start=\"3156\" data-end=\"3176\">Pengalaman nyata<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3178\" data-end=\"3236\">Konten yang terlalu generik punya beberapa masalah serius:<\/p>\n<ol data-start=\"3237\" data-end=\"3356\">\n<li data-start=\"3237\" data-end=\"3272\">\n<p data-start=\"3240\" data-end=\"3272\">Mudah diringkas oleh AI Search<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3273\" data-end=\"3312\">\n<p data-start=\"3276\" data-end=\"3312\">Tidak membangun diferensiasi brand<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3313\" data-end=\"3356\">\n<p data-start=\"3316\" data-end=\"3356\">Sulit dijadikan referensi atau kutipan<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3358\" data-end=\"3512\">Di era <em data-start=\"3365\" data-end=\"3384\">zero-click search<\/em> dan <em data-start=\"3389\" data-end=\"3409\">generative answers<\/em>, konten dengan entropy rendah justru paling rentan \u201cdiambil sari-nya\u201d tanpa pernah benar-benar diklik.<\/p>\n<p data-start=\"3514\" data-end=\"3747\">Kalau artikel kamu tidak membawa perspektif unik, mesin pencari tidak punya alasan kuat untuk memprioritaskannya. Di sinilah <strong data-start=\"3639\" data-end=\"3664\">future of SEO writing<\/strong> mulai terlihat: bukan soal siapa paling cepat publish, tapi siapa paling bermakna.<\/p>\n<hr data-start=\"3749\" data-end=\"3752\" \/>\n<h2 data-start=\"3754\" data-end=\"3798\">The Human Signature sebagai Pembeda Utama<\/h2>\n<p data-start=\"3800\" data-end=\"3938\">Lalu, apakah solusinya kita harus membuang AI dan kembali menulis manual pakai mesin tik? Tentu tidak. Itu romantis, tapi tidak realistis.<\/p>\n<p data-start=\"3940\" data-end=\"4010\">Solusinya adalah sesuatu yang bisa kita sebut <strong data-start=\"3986\" data-end=\"4009\">The Human Signature<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"4012\" data-end=\"4066\"><strong data-start=\"4012\" data-end=\"4037\">Human written content<\/strong> yang kuat selalu punya ciri:<\/p>\n<ul data-start=\"4067\" data-end=\"4155\">\n<li data-start=\"4067\" data-end=\"4088\">\n<p data-start=\"4069\" data-end=\"4088\">Pengalaman langsung<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4089\" data-end=\"4100\">\n<p data-start=\"4091\" data-end=\"4100\">Data unik<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4101\" data-end=\"4125\">\n<p data-start=\"4103\" data-end=\"4125\">Sudut pandang personal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4126\" data-end=\"4155\">\n<p data-start=\"4128\" data-end=\"4155\">Keberanian mengambil posisi<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4157\" data-end=\"4193\">Inilah wilayah yang sulit ditiru AI.<\/p>\n<p data-start=\"4195\" data-end=\"4383\">The Human Signature bukan berarti menolak AI. Justru sebaliknya. AI diposisikan sebagai <em data-start=\"4283\" data-end=\"4299\">mesin pemroses<\/em>, bukan <em data-start=\"4307\" data-end=\"4321\">sumber makna<\/em>. Manusialah yang menyuntikkan entropy tinggi ke dalam sistem.<\/p>\n<blockquote data-start=\"4385\" data-end=\"4437\">\n<p data-start=\"4387\" data-end=\"4437\">\u201cAI bisa menyusun kalimat. Manusia memberi makna.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"4439\" data-end=\"4573\">Konten dengan Human Signature cenderung lebih tahan lama, lebih dikutip, dan lebih dekat dengan konsep <strong data-start=\"4542\" data-end=\"4572\">thought leadership content<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"4575\" data-end=\"4578\" \/>\n<h2 data-start=\"4580\" data-end=\"4632\">Cara Menggunakan AI Tanpa Kehilangan Originalitas<\/h2>\n<p data-start=\"4634\" data-end=\"4723\">Pertanyaannya sekarang: <em data-start=\"4658\" data-end=\"4723\">bagaimana caranya menggunakan AI tanpa terjebak konten generik?<\/em><\/p>\n<p data-start=\"4725\" data-end=\"4801\">Jawabannya sederhana tapi tidak instan: <strong data-start=\"4765\" data-end=\"4800\">ribet di awal, efisien di akhir<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"4803\" data-end=\"4831\">Beberapa pendekatan praktis:<\/p>\n<ul data-start=\"4832\" data-end=\"4961\">\n<li data-start=\"4832\" data-end=\"4877\">\n<p data-start=\"4834\" data-end=\"4877\">Feed AI dengan transkrip wawancara expert<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4878\" data-end=\"4917\">\n<p data-start=\"4880\" data-end=\"4917\">Masukkan data mentah riset internal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4918\" data-end=\"4961\">\n<p data-start=\"4920\" data-end=\"4961\">Gunakan studi kasus nyata, bukan asumsi<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4963\" data-end=\"5008\">Alih-alih meminta AI \u201cnulis opini\u201d, minta AI:<\/p>\n<ul data-start=\"5009\" data-end=\"5102\">\n<li data-start=\"5009\" data-end=\"5048\">\n<p data-start=\"5011\" data-end=\"5048\">Mengekstrak poin paling kontroversial<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5049\" data-end=\"5073\">\n<p data-start=\"5051\" data-end=\"5073\">Menemukan pola anomali<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5074\" data-end=\"5102\">\n<p data-start=\"5076\" data-end=\"5102\">Merapikan struktur argumen<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5104\" data-end=\"5306\">Inilah <strong data-start=\"5111\" data-end=\"5164\">cara menggunakan AI tanpa kehilangan originalitas<\/strong>. AI bekerja sebagai editor super cepat, bukan penulis utama. Pendekatan ini memperkuat <strong data-start=\"5252\" data-end=\"5305\">peran manusia dalam content marketing berbasis AI<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"5308\" data-end=\"5311\" \/>\n<h2 data-start=\"5313\" data-end=\"5362\">Dampak AI Generatif terhadap Karier SEO Writer<\/h2>\n<p data-start=\"5364\" data-end=\"5415\">Sekarang kita bicara soal karier\u2014bukan cuma konten.<\/p>\n<p data-start=\"5417\" data-end=\"5655\"><strong data-start=\"5417\" data-end=\"5468\">Dampak AI generatif terhadap profesi SEO writer<\/strong> tidak selalu berupa PHK massal. Bahayanya lebih halus: <em data-start=\"5524\" data-end=\"5538\">komoditisasi<\/em>. Writer yang hanya menghasilkan konten generik akan mudah digantikan\u2014oleh AI atau oleh writer lain yang lebih murah.<\/p>\n<p data-start=\"5657\" data-end=\"5703\">Sebaliknya, writer yang punya Human Signature:<\/p>\n<ul data-start=\"5704\" data-end=\"5763\">\n<li data-start=\"5704\" data-end=\"5728\">\n<p data-start=\"5706\" data-end=\"5728\">Lebih sulit digantikan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5729\" data-end=\"5746\">\n<p data-start=\"5731\" data-end=\"5746\">Bisa dipercaya<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5747\" data-end=\"5763\">\n<p data-start=\"5749\" data-end=\"5763\">Sangat dihargai<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5765\" data-end=\"5791\">Peran writer pun bergeser:<\/p>\n<ul data-start=\"5792\" data-end=\"5903\">\n<li data-start=\"5792\" data-end=\"5826\">\n<p data-start=\"5794\" data-end=\"5826\">Dari pengetik \u2192 <em data-start=\"5810\" data-end=\"5826\">problem framer<\/em><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5827\" data-end=\"5872\">\n<p data-start=\"5829\" data-end=\"5872\">Pengisi halaman \u2192 <em data-start=\"5852\" data-end=\"5872\">pembawa perspektif<\/em><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5873\" data-end=\"5903\">\n<p data-start=\"5875\" data-end=\"5903\">Operator \u2192 <em data-start=\"5891\" data-end=\"5903\">strategist<\/em><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5905\" data-end=\"6012\">Di sinilah garis pemisahnya. AI mempercepat pekerjaan teknis, tapi <strong data-start=\"5972\" data-end=\"6011\">nilai strategis tetap milik manusia<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"6014\" data-end=\"6017\" \/>\n<h2 data-start=\"6019\" data-end=\"6065\">Di Tahun 2026, AI Bukan Lawan \u2014 Tapi Cermin<\/h2>\n<p data-start=\"6067\" data-end=\"6221\">Melihat ke depan, <strong data-start=\"6085\" data-end=\"6115\">AI dalam content marketing<\/strong> akan semakin canggih. Tapi satu hal tidak berubah: AI hanya memantulkan kualitas input yang kita berikan.<\/p>\n<p data-start=\"6223\" data-end=\"6286\">Input dangkal \u2192 output dangkal<br data-start=\"6253\" data-end=\"6256\" \/>Input kaya \u2192 output bernilai<\/p>\n<p data-start=\"6288\" data-end=\"6387\">AI adalah cermin. Ia tidak membuat kita bodoh atau pintar. Ia hanya memperbesar apa yang sudah ada.<\/p>\n<blockquote data-start=\"6389\" data-end=\"6444\">\n<p data-start=\"6391\" data-end=\"6444\">\u201cDi era AI, kualitas manusia justru makin kelihatan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"6446\" data-end=\"6449\" \/>\n<h2 data-start=\"6451\" data-end=\"6495\">Penutup: Pilihan yang Tidak Pernah Netral<\/h2>\n<p data-start=\"6497\" data-end=\"6586\">Pada akhirnya, perdebatan <strong data-start=\"6523\" data-end=\"6546\">AI vs human content<\/strong> bukan soal teknologi. Ini soal pilihan.<\/p>\n<p data-start=\"6588\" data-end=\"6606\">Kita bisa memilih:<\/p>\n<ul data-start=\"6607\" data-end=\"6701\">\n<li data-start=\"6607\" data-end=\"6646\">\n<p data-start=\"6609\" data-end=\"6646\">Cepat, instan, dan biasa-biasa saja<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6647\" data-end=\"6701\">\n<p data-start=\"6649\" data-end=\"6701\">Atau ribet di awal, tapi relevan di jangka panjang<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6703\" data-end=\"6865\">Artikel instan memang menggoda. Tapi tanpa Human Signature, ia mudah berubah menjadi bumerang\u2014terlihat produktif, tapi perlahan menggerus nilai diri kita sendiri.<\/p>\n<p data-start=\"6867\" data-end=\"7043\">Di tahun-tahun ke depan, AI akan selalu ada. Pertanyaannya bukan lagi <em data-start=\"6937\" data-end=\"6961\">\u201cpakai AI atau tidak?\u201d<\/em><br data-start=\"6961\" data-end=\"6964\" \/>Pertanyaannya: <strong data-start=\"6979\" data-end=\"7043\">apakah kamu masih punya sesuatu yang layak diproses oleh AI?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"6867\" data-end=\"7043\">Source: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/posts\/eriga-syifaudin-almansur_100harinulis-seostrategy-informationentropy-activity-7416642162756435969-e9T2?utm_source=share&amp;utm_medium=member_desktop&amp;rcm=ACoAAAr78NEB4-yW5Q_Lxjs29Ns0gMG6hzGUXrA\">Linkedin Eriga Syifaudin Al Mansur<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cKalau AI bisa menulis artikel SEO dalam beberapa detik, buat apa repot-repot mikir terlalu jauh?\u201d Kalimat ini mungkin bisa saja terlontarkan oleh seseorang yang mulutnya suka asal ceplos. Bahkan, bisa jadi pernah terlintas di kepala kita sendiri\u2014terutama di era ketika AI generated content bisa diproduksi&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/ai-vs-human-content-artikel-instan-bisa-jadi-bumerang\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">AI vs Human Content: Artikel Instan Bisa Jadi Bumerang<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":35681,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9948,3],"tags":[],"class_list":["post-35668","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ai","category-free-talk","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35668","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35668"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35668\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35703,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35668\/revisions\/35703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35668"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35668"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35668"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}