{"id":35620,"date":"2025-12-19T09:00:20","date_gmt":"2025-12-19T02:00:20","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/?p=35620"},"modified":"2025-12-22T17:46:27","modified_gmt":"2025-12-22T10:46:27","slug":"roas-rendah-bukan-berarti-iklan-gagal-ini-alasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/roas-rendah-bukan-berarti-iklan-gagal-ini-alasannya\/","title":{"rendered":"ROAS Rendah Bukan Berarti Iklan Gagal, Ini Alasannya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"280\" data-end=\"497\">Pernah ngalamin ini? Lagi buka dashboard iklan, terus lihat satu angka yang bikin dada langsung agak sesak: <strong data-start=\"388\" data-end=\"403\">ROAS rendah<\/strong>. Refleks pertama biasanya panik. \u201cIni iklan gagal ya?\u201d atau \u201cBudget gue kebakar sia-sia nih?\u201d<\/p>\n<p data-start=\"499\" data-end=\"524\">Tenang. Tarik napas dulu.<\/p>\n<p data-start=\"526\" data-end=\"810\">Faktanya, <strong data-start=\"536\" data-end=\"577\">ROAS rendah bukan berarti iklan gagal<\/strong>. Masalahnya, banyak orang\u2014termasuk marketer dan owner bisnis\u2014terlalu cepat menghakimi performa iklan cuma dari satu angka. Padahal, di dunia iklan digital yang makin kompleks, <strong data-start=\"754\" data-end=\"777\">Return on Ads Spend<\/strong> itu nggak bisa dibaca sendirian.<\/p>\n<p data-start=\"812\" data-end=\"1014\">Artikel ini bakal ngajak kamu ngelihat ROAS dari sudut pandang yang lebih realistis, lebih kontekstual, dan pastinya lebih nyambung sama kondisi iklan modern. Santai aja bacanya, kita bahas pelan-pelan.<\/p>\n<blockquote data-start=\"1016\" data-end=\"1082\">\n<p data-start=\"1018\" data-end=\"1082\">\u201cAngka itu penting, tapi cara membaca angka jauh lebih penting.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"1084\" data-end=\"1087\" \/>\n<h2 data-start=\"1089\" data-end=\"1136\">Apa Itu ROAS dan Kenapa Sering Disalahpahami<\/h2>\n<p data-start=\"1138\" data-end=\"1379\">Secara sederhana, <strong data-start=\"1156\" data-end=\"1179\">Return on Ads Spend<\/strong> atau ROAS adalah perbandingan antara pendapatan yang dihasilkan dari iklan dengan biaya iklan yang dikeluarkan. Kalau ROAS kamu 2x, artinya setiap Rp1 yang kamu keluarkan menghasilkan Rp2 pendapatan.<\/p>\n<p data-start=\"1381\" data-end=\"1457\">Kedengarannya simpel, kan? Masalahnya, banyak orang berhenti sampai di situ.<\/p>\n<p data-start=\"1459\" data-end=\"1488\">ROAS sering dianggap sebagai:<\/p>\n<ul data-start=\"1489\" data-end=\"1616\">\n<li data-start=\"1489\" data-end=\"1523\">\n<p data-start=\"1491\" data-end=\"1523\">Penentu mutlak sukses atau gagal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1524\" data-end=\"1562\">\n<p data-start=\"1526\" data-end=\"1562\">KPI utama untuk semua jenis campaign<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1563\" data-end=\"1616\">\n<p data-start=\"1565\" data-end=\"1616\">Alat keputusan cepat buat matiin atau scaling iklan<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1618\" data-end=\"1759\">Padahal, <strong data-start=\"1627\" data-end=\"1641\">ROAS iklan<\/strong> itu cuma satu potongan puzzle dari keseluruhan <strong data-start=\"1689\" data-end=\"1714\">kinerja iklan digital<\/strong>. Tanpa konteks, angka ROAS bisa menyesatkan.<\/p>\n<pre data-start=\"1618\" data-end=\"1759\">Baca juga info menarik <a href=\"https:\/\/support.google.com\/google-ads\/answer\/6268637?hl=id\"><strong>Tentang bidding Target ROAS<\/strong><\/a><\/pre>\n<blockquote data-start=\"1761\" data-end=\"1835\">\n<p data-start=\"1763\" data-end=\"1835\">\u201cROAS tanpa konteks itu kayak nilai ujian tanpa tahu mata pelajarannya.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"1837\" data-end=\"1840\" \/>\n<h2 data-start=\"1842\" data-end=\"1896\">Kenapa ROAS Rendah Tidak Selalu Berarti Iklan Gagal<\/h2>\n<p data-start=\"1898\" data-end=\"1973\">Ini bagian paling penting, karena di sinilah banyak kesalahpahaman terjadi.<\/p>\n<h3 data-start=\"1975\" data-end=\"2016\">ROAS Rendah Itu Wajar di Upper Funnel<\/h3>\n<p data-start=\"2018\" data-end=\"2178\">Kalau kamu lagi jalanin campaign awareness atau consideration, jangan kaget kalau <strong data-start=\"2100\" data-end=\"2115\">ROAS rendah<\/strong>. Di tahap ini, tujuan utama iklan bukan langsung jualan, tapi:<\/p>\n<ul data-start=\"2179\" data-end=\"2245\">\n<li data-start=\"2179\" data-end=\"2198\">\n<p data-start=\"2181\" data-end=\"2198\">Mengenalkan brand<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2199\" data-end=\"2218\">\n<p data-start=\"2201\" data-end=\"2218\">Bikin orang aware<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2219\" data-end=\"2245\">\n<p data-start=\"2221\" data-end=\"2245\">Masuk ke pikiran audiens<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2247\" data-end=\"2439\">Campaign di <strong data-start=\"2259\" data-end=\"2284\">upper funnel campaign<\/strong> memang jarang menghasilkan konversi instan. Jadi kalau kamu pakai standar ROAS yang sama dengan campaign jualan, ya jelas hasilnya \u201cjelek\u201d di atas kertas.<\/p>\n<p data-start=\"2441\" data-end=\"2548\">Padahal, secara strategi <strong data-start=\"2466\" data-end=\"2491\">full funnel marketing<\/strong>, campaign ini punya peran penting buat tahap berikutnya.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2550\" data-end=\"2606\">\n<p data-start=\"2552\" data-end=\"2606\">\u201cNggak semua iklan diciptakan untuk langsung closing.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"2608\" data-end=\"2611\" \/>\n<h3 data-start=\"2613\" data-end=\"2654\">ROAS Rendah Tapi Penjualan Tetap Naik<\/h3>\n<p data-start=\"2656\" data-end=\"2795\">Ini kejadian yang surprisingly sering terjadi. Di dashboard ads, ROAS terlihat kecil. Tapi di laporan penjualan, angka revenue justru naik.<\/p>\n<p data-start=\"2797\" data-end=\"2816\">Kenapa bisa begitu?<\/p>\n<p data-start=\"2818\" data-end=\"2919\">Jawabannya ada di <strong data-start=\"2836\" data-end=\"2856\">customer journey<\/strong>. Nggak semua orang langsung beli setelah klik iklan. Ada yang:<\/p>\n<ul data-start=\"2920\" data-end=\"3005\">\n<li data-start=\"2920\" data-end=\"2942\">\n<p data-start=\"2922\" data-end=\"2942\">Lihat iklan hari ini<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2943\" data-end=\"2966\">\n<p data-start=\"2945\" data-end=\"2966\">Cari brand kamu besok<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2967\" data-end=\"3005\">\n<p data-start=\"2969\" data-end=\"3005\">Beli lewat channel lain minggu depan<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3007\" data-end=\"3132\">Di sistem tracking, konversi kayak gini sering nggak tercatat dengan sempurna. Hasilnya? <strong data-start=\"3096\" data-end=\"3131\">ROAS rendah tapi penjualan naik<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"3134\" data-end=\"3305\">Kalau bisnismu punya repeat order, efek jangka panjang makin kerasa. Customer pertama mungkin \u201crugi\u201d secara ROAS, tapi pembelian berikutnya yang bikin bisnis tetap untung.<\/p>\n<hr data-start=\"3307\" data-end=\"3310\" \/>\n<h3 data-start=\"3312\" data-end=\"3360\">Masalah Tracking Membuat ROAS Terlihat Buruk<\/h3>\n<p data-start=\"3362\" data-end=\"3488\">Kita hidup di era di mana data iklan makin nggak sempurna. Privacy makin ketat, cookie dibatasi, dan user pakai banyak device.<\/p>\n<p data-start=\"3490\" data-end=\"3500\">Akibatnya:<\/p>\n<ul data-start=\"3501\" data-end=\"3610\">\n<li data-start=\"3501\" data-end=\"3539\">\n<p data-start=\"3503\" data-end=\"3539\"><strong data-start=\"3503\" data-end=\"3521\">Tracking iklan<\/strong> nggak 100% akurat<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3540\" data-end=\"3564\">\n<p data-start=\"3542\" data-end=\"3564\">Conversion sering miss<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3565\" data-end=\"3610\">\n<p data-start=\"3567\" data-end=\"3610\">Platform ads bukan sumber kebenaran absolut<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3612\" data-end=\"3730\">Banyak kasus <strong data-start=\"3625\" data-end=\"3652\">data iklan tidak akurat<\/strong> bikin ROAS terlihat rendah, padahal dampak iklannya tetap ada di dunia nyata.<\/p>\n<blockquote data-start=\"3732\" data-end=\"3784\">\n<p data-start=\"3734\" data-end=\"3784\">\u201cKalau datanya bolong, angkanya juga ikut bohong.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"3786\" data-end=\"3789\" \/>\n<h2 data-start=\"3791\" data-end=\"3826\">Kesalahan Umum Saat Membaca ROAS<\/h2>\n<p data-start=\"3828\" data-end=\"3911\">Sekarang kita bahas kesalahan klasik yang sering bikin orang salah ambil keputusan.<\/p>\n<h3 data-start=\"3913\" data-end=\"3971\">Menyamakan Semua Campaign dengan Target ROAS yang Sama<\/h3>\n<p data-start=\"3973\" data-end=\"4086\">Ini kesalahan paling sering. Campaign awareness, retargeting, dan conversion disuruh pakai target ROAS yang sama.<\/p>\n<p data-start=\"4088\" data-end=\"4096\">Padahal:<\/p>\n<ul data-start=\"4097\" data-end=\"4158\">\n<li data-start=\"4097\" data-end=\"4113\">\n<p data-start=\"4099\" data-end=\"4113\">Objective beda<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4114\" data-end=\"4129\">\n<p data-start=\"4116\" data-end=\"4129\">Audience beda<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4130\" data-end=\"4158\">\n<p data-start=\"4132\" data-end=\"4158\">Ekspektasi hasil juga beda<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4160\" data-end=\"4245\">Kesalahan membaca ROAS kayak gini sering bikin <strong data-start=\"4207\" data-end=\"4234\">evaluasi performa iklan<\/strong> jadi bias.<\/p>\n<hr data-start=\"4247\" data-end=\"4250\" \/>\n<h3 data-start=\"4252\" data-end=\"4282\">Menilai ROAS Terlalu Cepat<\/h3>\n<p data-start=\"4284\" data-end=\"4415\">Baru jalan dua atau tiga hari, ROAS belum cakep, langsung panik dan matiin campaign. Padahal sistem iklan butuh waktu buat belajar.<\/p>\n<p data-start=\"4417\" data-end=\"4512\">Menilai <strong data-start=\"4425\" data-end=\"4460\">hasil iklan tidak sesuai target<\/strong> terlalu cepat justru bikin optimasi nggak maksimal.<\/p>\n<hr data-start=\"4514\" data-end=\"4517\" \/>\n<h3 data-start=\"4519\" data-end=\"4549\">Mengabaikan Konteks Bisnis<\/h3>\n<p data-start=\"4551\" data-end=\"4723\">ROAS bagus tapi margin kecil? Bisa jadi <strong data-start=\"4591\" data-end=\"4608\">profit bisnis<\/strong> kamu tetap tipis. Sebaliknya, ROAS kelihatan rendah tapi margin tinggi dan repeat order jalan? Bisnis tetap sehat.<\/p>\n<p data-start=\"4725\" data-end=\"4806\">Iklan itu nggak berdiri sendiri. Ada biaya operasional, ada margin, ada cashflow.<\/p>\n<hr data-start=\"4808\" data-end=\"4811\" \/>\n<h2 data-start=\"4813\" data-end=\"4852\">ROAS vs Profit: Jangan Ketuker Fokus<\/h2>\n<p data-start=\"4854\" data-end=\"4925\">Ini bagian yang sering bikin diskusi panjang antara marketer dan owner.<\/p>\n<p data-start=\"4927\" data-end=\"4973\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/berhasil-meningkatkan-roas-dari-15-ke-8-dengan-cara-ini-tutorial-lengkap\/\">ROAS tinggi<\/a> belum tentu profit tinggi. Kenapa?<\/p>\n<ul data-start=\"4974\" data-end=\"5052\">\n<li data-start=\"4974\" data-end=\"4996\">\n<p data-start=\"4976\" data-end=\"4996\">Biaya produksi mahal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4997\" data-end=\"5021\">\n<p data-start=\"4999\" data-end=\"5021\">Diskon terlalu agresif<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5022\" data-end=\"5052\">\n<p data-start=\"5024\" data-end=\"5052\">Ongkir dan operasional besar<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5054\" data-end=\"5182\">Di sisi lain, ROAS yang \u201cbiasa aja\u201d bisa tetap menghasilkan <strong data-start=\"5114\" data-end=\"5140\">return investasi iklan<\/strong> yang sehat kalau margin dan LTV-nya kuat.<\/p>\n<blockquote data-start=\"5184\" data-end=\"5249\">\n<p data-start=\"5186\" data-end=\"5249\">\u201cROAS itu soal iklan, profit itu soal bisnis. Jangan disamain.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"5251\" data-end=\"5254\" \/>\n<h2 data-start=\"5256\" data-end=\"5295\">Cara Membaca ROAS dengan Lebih Waras<\/h2>\n<p data-start=\"5297\" data-end=\"5379\">Supaya nggak salah langkah, ROAS perlu dibaca dengan pendekatan yang lebih dewasa.<\/p>\n<h3 data-start=\"5381\" data-end=\"5413\">Baca ROAS Berdasarkan Funnel<\/h3>\n<p data-start=\"5415\" data-end=\"5423\">ROAS di:<\/p>\n<ul data-start=\"5424\" data-end=\"5486\">\n<li data-start=\"5424\" data-end=\"5456\">\n<p data-start=\"5426\" data-end=\"5456\">Awareness \u2260 ROAS di conversion<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5457\" data-end=\"5486\">\n<p data-start=\"5459\" data-end=\"5486\">Upper funnel \u2260 lower funnel<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5488\" data-end=\"5599\">Setiap tahap <strong data-start=\"5501\" data-end=\"5521\">marketing funnel<\/strong> punya peran sendiri. Jangan paksa semua campaign buat \u201cjualan sekarang juga\u201d.<\/p>\n<hr data-start=\"5601\" data-end=\"5604\" \/>\n<h3 data-start=\"5606\" data-end=\"5643\">Gabungkan ROAS dengan Metrik Lain<\/h3>\n<p data-start=\"5645\" data-end=\"5683\">ROAS sebaiknya dibaca barengan dengan:<\/p>\n<ul data-start=\"5684\" data-end=\"5755\">\n<li data-start=\"5684\" data-end=\"5710\">\n<p data-start=\"5686\" data-end=\"5710\">Biaya akuisisi pelanggan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5711\" data-end=\"5728\">\n<p data-start=\"5713\" data-end=\"5728\">Nilai pelanggan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5729\" data-end=\"5740\">\n<p data-start=\"5731\" data-end=\"5740\">Retention<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5741\" data-end=\"5755\">\n<p data-start=\"5743\" data-end=\"5755\">Repeat order<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5757\" data-end=\"5837\">Dengan begitu, <strong data-start=\"5772\" data-end=\"5797\">kinerja iklan digital<\/strong> bisa dinilai lebih adil dan menyeluruh.<\/p>\n<hr data-start=\"5839\" data-end=\"5842\" \/>\n<h2 data-start=\"5844\" data-end=\"5888\">Kapan ROAS Rendah Masih Bisa Ditoleransi?<\/h2>\n<p data-start=\"5890\" data-end=\"5991\">Nggak semua ROAS rendah harus bikin panik. Ini beberapa kondisi di mana ROAS rendah masih masuk akal.<\/p>\n<ul data-start=\"5993\" data-end=\"6111\">\n<li data-start=\"5993\" data-end=\"6023\">\n<p data-start=\"5995\" data-end=\"6023\">Campaign baru masih learning<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6024\" data-end=\"6051\">\n<p data-start=\"6026\" data-end=\"6051\">Produk baru belum dikenal<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6052\" data-end=\"6074\">\n<p data-start=\"6054\" data-end=\"6074\">Fokus brand building<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6075\" data-end=\"6111\">\n<p data-start=\"6077\" data-end=\"6111\">Lagi testing kreatif atau audience<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6113\" data-end=\"6207\">Dalam kondisi ini, <strong data-start=\"6132\" data-end=\"6158\">optimasi iklan digital<\/strong> fokus ke insight, bukan langsung ke angka besar.<\/p>\n<hr data-start=\"6209\" data-end=\"6212\" \/>\n<h2 data-start=\"6214\" data-end=\"6255\">Kapan ROAS Rendah Jadi Masalah Serius?<\/h2>\n<p data-start=\"6257\" data-end=\"6343\">Walaupun ROAS rendah nggak selalu buruk, ada kondisi di mana ini memang warning keras.<\/p>\n<ul data-start=\"6345\" data-end=\"6493\">\n<li data-start=\"6345\" data-end=\"6401\">\n<p data-start=\"6347\" data-end=\"6401\">Campaign conversion sudah lama jalan tapi tetap boncos<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6402\" data-end=\"6433\">\n<p data-start=\"6404\" data-end=\"6433\">Tidak ada efek jangka panjang<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6434\" data-end=\"6460\">\n<p data-start=\"6436\" data-end=\"6460\">Cashflow mulai terganggu<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6461\" data-end=\"6493\">\n<p data-start=\"6463\" data-end=\"6493\">Tidak ada data untuk perbaikan<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6495\" data-end=\"6594\">Di sini, <strong data-start=\"6504\" data-end=\"6527\">iklan tidak efektif<\/strong> dan perlu dievaluasi serius, bukan cuma ganti kreatif asal-asalan.<\/p>\n<hr data-start=\"6596\" data-end=\"6599\" \/>\n<h2 data-start=\"6601\" data-end=\"6650\">FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul soal ROAS Rendah<\/h2>\n<p data-start=\"6652\" data-end=\"6760\">Q: Apakah <strong data-start=\"6659\" data-end=\"6674\">ROAS rendah<\/strong> selalu rugi?<br data-start=\"6687\" data-end=\"6690\" \/>A: Tidak selalu. Tergantung tujuan campaign dan dampak jangka panjangnya.<\/p>\n<p data-start=\"6762\" data-end=\"6865\">Q: ROAS ideal itu berapa?<br data-start=\"6784\" data-end=\"6787\" \/>A: Tidak ada angka sakral. Setiap bisnis punya struktur biaya dan target berbeda.<\/p>\n<p data-start=\"6867\" data-end=\"6951\">Q: Campaign awareness perlu ROAS?<br data-start=\"6897\" data-end=\"6900\" \/>A: Boleh dilihat, tapi jangan dijadikan patokan utama.<\/p>\n<hr data-start=\"6953\" data-end=\"6956\" \/>\n<h2 data-start=\"6958\" data-end=\"7008\">Penutup: Jangan Terjebak Angka, Fokus ke Tujuan<\/h2>\n<p data-start=\"7010\" data-end=\"7141\">ROAS itu penting, tapi bukan segalanya. <strong data-start=\"7050\" data-end=\"7091\">ROAS rendah bukan berarti iklan gagal<\/strong>, dan ROAS tinggi juga bukan jaminan bisnis sehat.<\/p>\n<p data-start=\"7143\" data-end=\"7170\">Yang paling penting adalah:<\/p>\n<ul data-start=\"7171\" data-end=\"7255\">\n<li data-start=\"7171\" data-end=\"7194\">\n<p data-start=\"7173\" data-end=\"7194\">Tujuan campaign jelas<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7195\" data-end=\"7220\">\n<p data-start=\"7197\" data-end=\"7220\">Konteks funnel dipahami<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7221\" data-end=\"7255\">\n<p data-start=\"7223\" data-end=\"7255\">Data dibaca dengan logika bisnis<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7257\" data-end=\"7383\">Kalau kamu bisa membaca ROAS dengan cara yang lebih kontekstual, keputusan iklan kamu bakal jauh lebih matang dan minim drama.<\/p>\n<blockquote data-start=\"7385\" data-end=\"7423\">\n<p data-start=\"7387\" data-end=\"7423\">\u201cAngka itu alat bantu, bukan hakim.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"7387\" data-end=\"7423\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah ngalamin ini? Lagi buka dashboard iklan, terus lihat satu angka yang bikin dada langsung agak sesak: ROAS rendah. Refleks pertama biasanya panik. \u201cIni iklan gagal ya?\u201d atau \u201cBudget gue kebakar sia-sia nih?\u201d Tenang. Tarik napas dulu. Faktanya, ROAS rendah bukan berarti iklan gagal. Masalahnya,&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/roas-rendah-bukan-berarti-iklan-gagal-ini-alasannya\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">ROAS Rendah Bukan Berarti Iklan Gagal, Ini Alasannya<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":35625,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9856],"tags":[],"class_list":["post-35620","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-marketing","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35620","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35620"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35620\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35621,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35620\/revisions\/35621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35620"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35620"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35620"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}