{"id":35514,"date":"2025-11-05T09:00:08","date_gmt":"2025-11-05T02:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/?p=35514"},"modified":"2025-11-04T17:09:52","modified_gmt":"2025-11-04T10:09:52","slug":"skalabilitas-cms-biar-website-ngebut-saat-traffic-naik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/skalabilitas-cms-biar-website-ngebut-saat-traffic-naik\/","title":{"rendered":"Skalabilitas CMS: Biar Website Ngebut Saat Traffic Naik"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"63\" data-end=\"447\">Pernah ngalamin website tiba-tiba viral gara-gara satu postingan, tapi malah bikin server ngos-ngosan? &#x1f92f; Udah semangat promosi sana-sini, giliran banyak yang datang, websitenya malah down. Rasanya kayak punya toko rame pembeli, tapi pintunya cuma bisa dibuka separuh. Nah, kalau kamu pernah di posisi itu, tandanya kamu belum kenal betul sama yang namanya <strong data-start=\"420\" data-end=\"444\">skalabilitas website<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"449\" data-end=\"730\">Masalah ini bukan cuma dialami developer atau teknisi, tapi juga para pemilik bisnis digital yang lagi naik daun. Di dunia online, performa website tuh udah kayak denyut nadi: kalau lambat, ya semuanya ikut lelet \u2014 penjualan turun, reputasi rusak, bahkan ranking SEO bisa jeblok.<\/p>\n<p data-start=\"732\" data-end=\"949\">Jadi, yuk kita ngobrol santai tapi serius soal <strong data-start=\"779\" data-end=\"799\">skalabilitas CMS<\/strong>. Apa sih artinya, kenapa penting banget buat masa depan bisnismu, dan gimana caranya biar websitemu tetap ngebut bahkan pas trafiknya lagi meledak.<\/p>\n<hr data-start=\"951\" data-end=\"954\" \/>\n<h3 data-start=\"956\" data-end=\"998\">Apa Itu Skalabilitas dalam Dunia CMS<\/h3>\n<p data-start=\"1000\" data-end=\"1234\">Oke, kita mulai dari dasarnya dulu. <strong data-start=\"1036\" data-end=\"1060\">Skalabilitas website<\/strong> itu sederhananya kemampuan sebuah sistem buat \u201cnaik level\u201d tanpa ngorbanin performa. Jadi ketika pengunjung naik 10 kali lipat, website tetap stabil, cepat, dan responsif.<\/p>\n<p data-start=\"1236\" data-end=\"1522\">Bayangin kamu punya warung kopi kecil. Biasanya cuma melayani 20 orang per hari, tapi suatu hari viral di TikTok dan tiba-tiba datang 200 orang. Kalau warung kamu scalable, kamu bisa buka cabang tambahan, panggil barista ekstra, dan tetap layani pelanggan tanpa bikin antrean meluber.<\/p>\n<p data-start=\"1524\" data-end=\"1757\">Nah, di dunia digital, <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/mengenal-cms-bagaimana-cara-kerja-dan-fungsinya-di-website\/\">CMS (Content Management System)<\/a> kayak WordPress, Drupal, atau Joomla juga gitu. Kalau struktur dan infrastrukturnya dirancang scalable, maka walaupun traffic naik drastis, websitemu gak bakal gampang tumbang.<\/p>\n<p data-start=\"1759\" data-end=\"1931\"><strong data-start=\"1759\" data-end=\"1779\">Skalabilitas CMS<\/strong> jadi fondasi penting supaya website bisa tumbuh bareng bisnis kamu. Soalnya, makin sukses kamu di dunia digital, makin banyak juga yang bakal mampir.<\/p>\n<blockquote data-start=\"1933\" data-end=\"2011\">\n<p data-start=\"1935\" data-end=\"2011\">\u201cWebsite yang scalable itu kayak otot \u2014 makin sering dipakai, makin kuat.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"2013\" data-end=\"2016\" \/>\n<h3 data-start=\"2018\" data-end=\"2066\">Kenapa Website Bisa Down Saat Traffic Naik<\/h3>\n<p data-start=\"2068\" data-end=\"2280\">Sebelum ngomongin solusi, kita bahas dulu \u201cbiang keladinya\u201d. Banyak website tumbang bukan karena sistemnya jelek, tapi karena gak siap. Saat traffic tiba-tiba melonjak, resource server langsung kehabisan napas.<\/p>\n<p data-start=\"2282\" data-end=\"2321\">Biasanya ada beberapa penyebab utama:<\/p>\n<ol data-start=\"2323\" data-end=\"2710\">\n<li data-start=\"2323\" data-end=\"2420\">\n<p data-start=\"2326\" data-end=\"2420\"><strong data-start=\"2326\" data-end=\"2345\">Server overload<\/strong> \u2013 CPU dan RAM gak kuat nangani permintaan data yang datang bertubi-tubi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2421\" data-end=\"2535\">\n<p data-start=\"2424\" data-end=\"2535\"><strong data-start=\"2424\" data-end=\"2447\">Database bottleneck<\/strong> \u2013 semua pengunjung minta data yang sama dalam waktu bersamaan, bikin antrian panjang.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2536\" data-end=\"2622\">\n<p data-start=\"2539\" data-end=\"2622\"><strong data-start=\"2539\" data-end=\"2556\">Cache website<\/strong> belum dioptimasi, jadi server terus mengulang proses yang sama.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2623\" data-end=\"2710\">\n<p data-start=\"2626\" data-end=\"2710\"><strong data-start=\"2626\" data-end=\"2652\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/pengukuran-performa-website-dengan-gtmetrix-pentingnya-memilih-hosting-yang-terpercaya\/\">Hosting<\/a> biasa (shared)<\/strong> gak bisa auto-scale, alias sumber daya server terbatas.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"2712\" data-end=\"2911\">Pernah lihat pesan \u201c503 Service Unavailable\u201d? Nah, itu tandanya websitemu nyerah karena <strong data-start=\"2800\" data-end=\"2826\">resource usage website<\/strong> udah penuh. Kalau dibiarkan, pengunjung kabur, dan kesempatan konversi pun hilang.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2913\" data-end=\"3003\">\n<p data-start=\"2915\" data-end=\"3003\">\u201cWebsite cepat bikin pengunjung betah. Website lemot bikin mereka pindah tanpa pamit.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"3005\" data-end=\"3152\">Makanya, penting banget paham soal <strong data-start=\"3040\" data-end=\"3060\">hosting scalable<\/strong> dan konsep <strong data-start=\"3072\" data-end=\"3096\">auto scaling hosting<\/strong> yang bisa menyesuaikan kapasitas sesuai beban trafik.<\/p>\n<hr data-start=\"3154\" data-end=\"3157\" \/>\n<h3 data-start=\"3159\" data-end=\"3215\">Tiga Pilar Utama Biar Website Tahan Traffic Tinggi<\/h3>\n<p data-start=\"3217\" data-end=\"3459\">Biar website gak gampang tumbang, ada tiga teknologi yang wajib kamu kenal dan terapkan: <strong data-start=\"3306\" data-end=\"3315\">cache<\/strong>, <strong data-start=\"3317\" data-end=\"3324\">CDN<\/strong>, dan <strong data-start=\"3330\" data-end=\"3350\">hosting scalable<\/strong>. Ketiganya saling melengkapi, kayak tiga sekawan yang kerja bareng menjaga performa websitemu tetap prima.<\/p>\n<hr data-start=\"3461\" data-end=\"3464\" \/>\n<h4 data-start=\"3466\" data-end=\"3517\">Cache Website \u2013 Biar Server Gak Kerja Lembur<\/h4>\n<p data-start=\"3519\" data-end=\"3684\">Bayangin setiap kali pengunjung buka halaman, server harus bikin ulang data dari nol \u2014 padahal isi halamannya sama aja. Nah, di sinilah <strong data-start=\"3655\" data-end=\"3672\">cache website<\/strong> berperan.<\/p>\n<p data-start=\"3686\" data-end=\"3957\">Cache itu seperti \u201cingatan jangka pendek\u201d server. Ia menyimpan salinan data statis (kayak gambar, file CSS, atau HTML) supaya kalau ada pengunjung lain yang minta data yang sama, server gak perlu kerja ulang. Hasilnya? Website jauh lebih cepat dan server gak kewalahan.<\/p>\n<p data-start=\"3959\" data-end=\"3984\">Jenis cache ada banyak:<\/p>\n<ul data-start=\"3985\" data-end=\"4239\">\n<li data-start=\"3985\" data-end=\"4055\">\n<p data-start=\"3987\" data-end=\"4055\"><strong data-start=\"3987\" data-end=\"4004\">Browser cache<\/strong>, yang disimpan langsung di perangkat pengunjung.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4056\" data-end=\"4147\">\n<p data-start=\"4058\" data-end=\"4147\"><strong data-start=\"4058\" data-end=\"4074\">Server cache<\/strong>, yang diatur lewat plugin seperti W3 Total Cache atau LiteSpeed Cache.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4148\" data-end=\"4239\">\n<p data-start=\"4150\" data-end=\"4239\"><strong data-start=\"4150\" data-end=\"4166\">Object cache<\/strong>, biasanya pakai Redis atau Memcached untuk mempercepat query database.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4241\" data-end=\"4338\">Selain bikin cepat, cache juga bantu menurunkan <strong data-start=\"4289\" data-end=\"4304\">server load<\/strong> dan memperpanjang umur hosting.<\/p>\n<blockquote data-start=\"4340\" data-end=\"4431\">\n<p data-start=\"4342\" data-end=\"4431\">\u201cCache itu seperti istirahat siang buat server \u2014 biar tetap kuat kerja sepanjang hari.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"4433\" data-end=\"4436\" \/>\n<h4 data-start=\"4438\" data-end=\"4491\">CDN \u2013 Distribusi Konten Kilat ke Seluruh Dunia<\/h4>\n<p data-start=\"4493\" data-end=\"4672\">Pernah buka website luar negeri yang lama banget loading-nya? Itu karena datanya dikirim dari server yang jauh. Solusinya: pakai <strong data-start=\"4622\" data-end=\"4637\">CDN website<\/strong> atau <em data-start=\"4643\" data-end=\"4669\">Content Delivery Network<\/em>.<\/p>\n<p data-start=\"4674\" data-end=\"4972\"><strong data-start=\"4674\" data-end=\"4681\">CDN<\/strong> bekerja dengan cara menyebarkan salinan konten ke berbagai server di seluruh dunia. Jadi, kalau pengunjung dari Jakarta buka websitemu, dia bakal dilayani dari server terdekat \u2014 bukan dari server utama di Amerika. Hasilnya, waktu muat (load time) turun drastis dan <strong data-start=\"4947\" data-end=\"4958\">latency<\/strong> jadi minim.<\/p>\n<p data-start=\"4974\" data-end=\"4992\">Manfaat lainnya:<\/p>\n<ul data-start=\"4993\" data-end=\"5160\">\n<li data-start=\"4993\" data-end=\"5050\">\n<p data-start=\"4995\" data-end=\"5050\">Website tetap stabil walau ada <strong data-start=\"5026\" data-end=\"5047\">web traffic surge<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5051\" data-end=\"5116\">\n<p data-start=\"5053\" data-end=\"5116\">Bandwidth berkurang karena data dibagi rata di banyak lokasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5117\" data-end=\"5160\">\n<p data-start=\"5119\" data-end=\"5160\">Perlindungan ekstra dari serangan DDoS.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5162\" data-end=\"5299\">Contoh CDN populer adalah Cloudflare, Akamai, dan Bunny.net. Dengan CDN, kamu bukan cuma lebih cepat, tapi juga lebih aman dan efisien.<\/p>\n<hr data-start=\"5301\" data-end=\"5304\" \/>\n<h4 data-start=\"5306\" data-end=\"5361\">Hosting Scalable \u2013 Fondasi Biar Gak Gampang Down<\/h4>\n<p data-start=\"5363\" data-end=\"5534\">Kalau cache dan CDN adalah perisai, maka <strong data-start=\"5404\" data-end=\"5424\">hosting scalable<\/strong> adalah pondasi rumahnya. Tanpa fondasi kuat, seberapa bagus pun optimasi kamu, website tetap gampang roboh.<\/p>\n<p data-start=\"5536\" data-end=\"5832\"><strong data-start=\"5536\" data-end=\"5556\">Hosting scalable<\/strong> itu jenis hosting yang bisa menyesuaikan kapasitas secara otomatis saat traffic naik. Fitur seperti <strong data-start=\"5657\" data-end=\"5681\">auto scaling hosting<\/strong> dan <strong data-start=\"5686\" data-end=\"5712\">load balancing website<\/strong> memungkinkan sistem menambah resource (CPU, RAM, storage) sesuai kebutuhan. Jadi gak perlu panik atau migrasi manual.<\/p>\n<p data-start=\"5834\" data-end=\"6039\">Beberapa penyedia seperti AWS, Google Cloud, dan DigitalOcean udah menyediakan sistem <strong data-start=\"5920\" data-end=\"5937\">cloud hosting<\/strong> dengan skalabilitas tinggi. Bahkan banyak provider lokal sekarang mulai mengadopsi model yang sama.<\/p>\n<p data-start=\"6041\" data-end=\"6161\">Kalau websitemu masih di shared hosting dan sering lemot, artinya udah waktunya pindah rumah ke hosting yang scalable.<\/p>\n<blockquote data-start=\"6163\" data-end=\"6246\">\n<p data-start=\"6165\" data-end=\"6246\">\u201cHosting scalable bukan kemewahan, tapi kebutuhan kalau kamu mau tumbuh besar.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"6248\" data-end=\"6251\" \/>\n<h3 data-start=\"6253\" data-end=\"6305\">Cara Bikin CMS Kamu Lebih Scalable Tanpa Ribet<\/h3>\n<p data-start=\"6307\" data-end=\"6513\">Oke, udah tahu pilar-pilarnya, sekarang gimana cara terapinnya? Tenang, kamu gak perlu jadi teknisi super. Ada beberapa langkah praktis buat bikin CMS kamu makin scalable tanpa harus bongkar total sistem.<\/p>\n<ol data-start=\"6515\" data-end=\"7126\">\n<li data-start=\"6515\" data-end=\"6631\">\n<p data-start=\"6518\" data-end=\"6631\"><strong data-start=\"6518\" data-end=\"6542\">Gunakan cache plugin<\/strong> \u2013 Misalnya W3 Total Cache, WP Super Cache, atau LiteSpeed Cache kalau pakai WordPress.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6632\" data-end=\"6720\">\n<p data-start=\"6635\" data-end=\"6720\"><strong data-start=\"6635\" data-end=\"6651\">Aktifkan CDN<\/strong> \u2013 Pilih layanan global seperti Cloudflare yang mudah integrasinya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6721\" data-end=\"6812\">\n<p data-start=\"6724\" data-end=\"6812\"><strong data-start=\"6724\" data-end=\"6749\">Gunakan hosting cloud<\/strong> dengan fitur auto scaling dan monitoring performa real-time.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6813\" data-end=\"6894\">\n<p data-start=\"6816\" data-end=\"6894\"><strong data-start=\"6816\" data-end=\"6851\">Optimalkan gambar &amp; file statis<\/strong> \u2013 Kompres file besar, minify CSS dan JS.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6895\" data-end=\"6980\">\n<p data-start=\"6898\" data-end=\"6980\"><strong data-start=\"6898\" data-end=\"6919\">Gunakan lazy load<\/strong> supaya halaman gak langsung memuat semua konten sekaligus.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6981\" data-end=\"7060\">\n<p data-start=\"6984\" data-end=\"7060\"><strong data-start=\"6984\" data-end=\"7011\">Pantau performa website<\/strong> pakai Google PageSpeed Insights atau GTMetrix.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7061\" data-end=\"7126\">\n<p data-start=\"7064\" data-end=\"7126\"><strong data-start=\"7064\" data-end=\"7085\">Optimasi database<\/strong> secara berkala supaya query gak berat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"7128\" data-end=\"7333\">Langkah-langkah ini bisa menurunkan waktu muat hingga 40\u201370% tergantung kondisi website kamu. Dan yang lebih penting, semua solusi ini saling melengkapi untuk menciptakan <strong data-start=\"7299\" data-end=\"7319\">performa website<\/strong> yang solid.<\/p>\n<blockquote data-start=\"7335\" data-end=\"7420\">\n<p data-start=\"7337\" data-end=\"7420\">\u201cKamu gak perlu website paling canggih di dunia, cukup yang cepat dan konsisten.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"7422\" data-end=\"7425\" \/>\n<h3 data-start=\"7427\" data-end=\"7477\">Contoh CMS yang Scalable untuk Bisnis Online<\/h3>\n<p data-start=\"7479\" data-end=\"7557\">Kalau kamu mau bukti nyata, banyak platform CMS yang udah terbukti scalable.<\/p>\n<ul data-start=\"7559\" data-end=\"8060\">\n<li data-start=\"7559\" data-end=\"7772\">\n<p data-start=\"7561\" data-end=\"7772\"><a href=\"https:\/\/wordpress.com\/\"><strong data-start=\"7561\" data-end=\"7574\">WordPress<\/strong><\/a>: meski terkenal untuk blog, WordPress bisa sangat scalable kalau dikombinasikan dengan <strong data-start=\"7662\" data-end=\"7677\">CDN website<\/strong> dan <strong data-start=\"7682\" data-end=\"7702\">hosting scalable<\/strong>. Banyak situs besar kayak TechCrunch dan BBC masih pakai WordPress.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7773\" data-end=\"7905\">\n<p data-start=\"7775\" data-end=\"7905\"><strong data-start=\"7775\" data-end=\"7791\">Headless CMS<\/strong> seperti <a href=\"https:\/\/strapi.io\/\">Strapi<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.contentful.com\/\">Contentful<\/a>, yang memisahkan backend dan frontend, bikin website lebih ringan dan fleksibel.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7906\" data-end=\"8060\">\n<p data-start=\"7908\" data-end=\"8060\"><strong data-start=\"7908\" data-end=\"7926\">Enterprise CMS<\/strong> seperti <a href=\"https:\/\/business.adobe.com\/products\/experience-manager\/adobe-experience-manager.html\">Adobe Experience Manager<\/a> atau <a href=\"https:\/\/www.sitecore.com\/\">Sitecore<\/a>, yang memang didesain untuk menangani jutaan pengguna dengan infrastruktur kompleks.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8062\" data-end=\"8234\">Yang penting bukan platform-nya, tapi cara kamu mengelolanya. Dengan konfigurasi yang tepat, bahkan CMS sederhana bisa punya <strong data-start=\"8187\" data-end=\"8213\">optimasi kecepatan CMS<\/strong> setara enterprise.<\/p>\n<blockquote data-start=\"8236\" data-end=\"8320\">\n<p data-start=\"8238\" data-end=\"8320\">\u201cCMS yang scalable bukan cuma cepat \u2014 tapi juga siap tumbuh bareng bisnis kamu.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"8322\" data-end=\"8325\" \/>\n<h3 data-start=\"8327\" data-end=\"8374\">Skalabilitas Itu Investasi, Bukan Pilihan<\/h3>\n<p data-start=\"8376\" data-end=\"8588\">Banyak yang mikir optimasi itu cuma buat kecepatan, padahal jauh lebih dari itu. Skalabilitas adalah tentang keberlanjutan \u2014 gimana website kamu bisa bertahan di tengah pertumbuhan traffic, tren, dan kompetisi.<\/p>\n<p data-start=\"8590\" data-end=\"8776\">Investasi di <strong data-start=\"8603\" data-end=\"8623\">skalabilitas CMS<\/strong> itu ibarat menyiapkan tangga untuk naik ke level berikutnya. Sekarang mungkin traffic-mu masih ratusan, tapi siapa tahu besok bisa ribuan atau jutaan?<\/p>\n<p data-start=\"8778\" data-end=\"8945\">Dengan mengoptimalkan <strong data-start=\"8800\" data-end=\"8817\">cache website<\/strong>, <strong data-start=\"8819\" data-end=\"8826\">CDN<\/strong>, dan <strong data-start=\"8832\" data-end=\"8852\">hosting scalable<\/strong>, kamu bukan cuma menjaga performa, tapi juga memperkuat brand, SEO, dan kepuasan pengguna.<\/p>\n<blockquote data-start=\"8947\" data-end=\"9034\">\n<p data-start=\"8949\" data-end=\"9034\">\u201cKecepatan adalah bahasa universal di dunia digital \u2014 semua orang suka yang cepat.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"9036\" data-end=\"9248\">Akhirnya, semua kembali ke kamu. Mau website yang siap sukses atau yang siap tumbang pas viral pertama?<br data-start=\"9139\" data-end=\"9142\" \/>Karena dalam dunia digital yang serba cepat ini, performa bukan lagi soal pilihan, tapi soal eksistensi.<\/p>\n<p data-start=\"9036\" data-end=\"9248\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah ngalamin website tiba-tiba viral gara-gara satu postingan, tapi malah bikin server ngos-ngosan? &#x1f92f; Udah semangat promosi sana-sini, giliran banyak yang datang, websitenya malah down. Rasanya kayak punya toko rame pembeli, tapi pintunya cuma bisa dibuka separuh. Nah, kalau kamu pernah di posisi itu, tandanya&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/skalabilitas-cms-biar-website-ngebut-saat-traffic-naik\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">Skalabilitas CMS: Biar Website Ngebut Saat Traffic Naik<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":35516,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9857],"tags":[],"class_list":["post-35514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-web-development","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35515,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35514\/revisions\/35515"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}