{"id":35481,"date":"2025-10-17T09:00:05","date_gmt":"2025-10-17T02:00:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/?p=35481"},"modified":"2026-01-21T10:12:02","modified_gmt":"2026-01-21T03:12:02","slug":"storytelling-visual-2026-bikin-email-website-lebih-hidup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/storytelling-visual-2026-bikin-email-website-lebih-hidup\/","title":{"rendered":"Storytelling Visual 2026: Bikin Email &#038; Website Lebih Hidup!"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"68\" data-end=\"408\">Pernah nggak sih kamu buka email promo atau landing page, tapi malah bengong karena tampilannya\u2026 gitu-gitu aja? &#x1f605; Warnanya flat, font-nya kaku, dan gambarnya terasa \u201ctemplate banget\u201d. Di era sekarang, di mana audiens scrolling lebih cepat daripada kedipan mata, desain yang membosankan bisa bikin brand kamu \u201cinvisible\u201d di lautan konten.<\/p>\n<p data-start=\"410\" data-end=\"771\">Nah, kabar baiknya: tren digital marketing 2026 mulai berfokus pada <strong data-start=\"478\" data-end=\"501\">storytelling visual<\/strong> \u2014 bukan cuma bikin desain yang cantik, tapi juga <strong data-start=\"551\" data-end=\"583\">bisa ngomong tanpa kata-kata<\/strong>. Gaya visual jadi jembatan antara emosi dan pesan brand. Mau lewat email, website, atau kampanye digital, semuanya bisa terasa hidup dan nyambung kalau visualnya punya cerita yang kuat.<\/p>\n<blockquote data-start=\"773\" data-end=\"844\">\n<p data-start=\"775\" data-end=\"844\">\u201cVisual bukan cuma dekorasi. Ia adalah narasi yang bisa dirasakan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"846\" data-end=\"1032\">Yuk, kita bahas bareng gimana <strong data-start=\"876\" data-end=\"899\">storytelling visual<\/strong> bisa bikin <strong data-start=\"911\" data-end=\"930\">email marketing<\/strong> dan <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/web-design-and-development\"><strong data-start=\"935\" data-end=\"946\">website<\/strong><\/a> kamu lebih hidup, engaging, dan pastinya bikin audiens jatuh cinta pada brand kamu!<\/p>\n<hr data-start=\"1034\" data-end=\"1037\" \/>\n<h3 data-start=\"1039\" data-end=\"1085\">1. Storytelling Visual: Apa Sih Maksudnya?<\/h3>\n<p data-start=\"1087\" data-end=\"1386\">Sebelum jauh-jauh ngomong soal desain dan strategi, yuk pahami dulu konsep dasarnya. <strong data-start=\"1172\" data-end=\"1195\">Storytelling visual<\/strong> adalah cara menyampaikan pesan brand lewat <strong data-start=\"1239\" data-end=\"1255\">unsur visual<\/strong> seperti warna, <strong data-start=\"1271\" data-end=\"1284\">tipografi<\/strong>, gambar, ilustrasi, video, dan layout \u2014 semua digabung jadi satu cerita yang punya makna emosional.<\/p>\n<p data-start=\"1388\" data-end=\"1651\">Contohnya, bayangin brand skincare yang selalu pakai tone warna lembut, font elegan, dan foto dengan pencahayaan natural. Tanpa baca teks pun, kamu udah \u201cngeh\u201d kalau mereka pengen tampil bersih, tenang, dan feminin. Itu artinya storytelling visual-nya berhasil!<\/p>\n<blockquote data-start=\"1710\" data-end=\"1804\">\n<p data-start=\"1712\" data-end=\"1804\">\u201cSetiap warna, font, dan bentuk punya bahasa sendiri \u2014 kalau kamu tahu cara mendengarnya.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"1806\" data-end=\"1809\" \/>\n<h3 data-start=\"1811\" data-end=\"1866\">2. Mengapa Storytelling Visual Penting di Tahun 2026?<\/h3>\n<p data-start=\"1868\" data-end=\"2161\">Sekarang kita hidup di era attention economy \u2014 di mana perhatian pengguna jadi komoditas paling berharga. Audiens nggak punya waktu lama buat mencerna pesan. Maka dari itu, <strong data-start=\"2041\" data-end=\"2064\">visual storytelling<\/strong> jadi solusi buat menyampaikan nilai dan emosi brand secara cepat tapi tetap nyantol di kepala.<\/p>\n<p data-start=\"2163\" data-end=\"2514\">Tren 2025 juga menunjukkan, AI dan personalisasi makin masif. Email otomatis, website dinamis, hingga <strong data-start=\"2265\" data-end=\"2288\">AI design generator<\/strong> bisa bantu bikin konten lebih cepat. Tapi&#8230; di sisi lain, manusia tetap nyari \u201crasa\u201d dalam desain. Nah, di sinilah storytelling visual punya peran besar: <strong data-start=\"2444\" data-end=\"2472\">menjaga sisi human touch<\/strong> dalam dunia digital yang makin canggih.<\/p>\n<hr data-start=\"2600\" data-end=\"2603\" \/>\n<h3 data-start=\"2605\" data-end=\"2648\">3. Elemen Penting Storytelling Visual<\/h3>\n<p data-start=\"2650\" data-end=\"2834\">Kamu nggak bisa asal \u201cvisual cakep\u201d terus berharap audiens langsung terhubung. Storytelling visual butuh strategi dan konsistensi. Berikut elemen penting yang bikin visual punya makna:<\/p>\n<h4 data-start=\"2836\" data-end=\"2871\">a. Warna: Bahasa Emosi Brand<\/h4>\n<p data-start=\"2872\" data-end=\"2934\">Warna adalah cara paling cepat membangun persepsi. Misalnya:<\/p>\n<ul data-start=\"2935\" data-end=\"3063\">\n<li data-start=\"2935\" data-end=\"2979\">\n<p data-start=\"2937\" data-end=\"2979\"><strong data-start=\"2937\" data-end=\"2946\">Merah<\/strong> = energi, semangat, keberanian<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2980\" data-end=\"3026\">\n<p data-start=\"2982\" data-end=\"3026\"><strong data-start=\"2982\" data-end=\"2990\">Biru<\/strong> = profesional, tenang, terpercaya<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3027\" data-end=\"3063\">\n<p data-start=\"3029\" data-end=\"3063\"><strong data-start=\"3029\" data-end=\"3038\">Hijau<\/strong> = alami, segar, stabil<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3065\" data-end=\"3185\">Kalau kamu ingin brand terlihat \u201cceria tapi profesional\u201d, mainkan warna-warna pastel yang seimbang dengan tone netral.<\/p>\n<h4 data-start=\"3225\" data-end=\"3263\">b. Tipografi: Suara dari Visual<\/h4>\n<p data-start=\"3264\" data-end=\"3437\">Font bukan sekadar gaya tulisan. Tipografi bisa menggambarkan karakter brand. Font sans-serif biasanya kesannya modern dan bersih, sementara serif lebih elegan dan klasik.<\/p>\n<p data-start=\"3439\" data-end=\"3541\">Contoh: Google pakai tipografi yang ramah dan bulat \u2014 sesuai citranya sebagai brand yang accessible.<\/p>\n<h4 data-start=\"3575\" data-end=\"3622\">c. Ilustrasi &amp; Gambar: Cerita Tanpa Kata<\/h4>\n<p data-start=\"3623\" data-end=\"3799\">Custom illustration atau foto autentik bisa meningkatkan kredibilitas sekaligus bikin brand kamu unik. Hindari stok gambar generik yang sudah muncul di seribu website lain &#x1f605;<\/p>\n<blockquote data-start=\"3801\" data-end=\"3880\">\n<p data-start=\"3803\" data-end=\"3880\">\u201cKalau visualmu bisa diceritain orang lain, artinya kamu udah bikin kesan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<h4 data-start=\"3882\" data-end=\"3929\">d. Video: Medium Cerita yang Paling Kaya<\/h4>\n<p data-start=\"3930\" data-end=\"4096\">Tren video interaktif dan micro-visual content makin booming di 2025 yang lalu. Video pendek berdurasi 5\u201315 detik di email atau landing page bisa meningkatkan CTR hingga 80%!<\/p>\n<pre data-start=\"3930\" data-end=\"4096\"><strong>\"<a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/desainer-juga-harus-ngerti-copywriting-ini-10-alasannya\/\">Desainer Juga Harus Ngerti Copywriting, Ini 10 Alasannya!<\/a>\"<\/strong><\/pre>\n<hr data-start=\"4156\" data-end=\"4159\" \/>\n<h3 data-start=\"4161\" data-end=\"4211\">4. Storytelling Visual dalam Email Marketing<\/h3>\n<p data-start=\"4213\" data-end=\"4455\">Email masih jadi saluran paling efektif untuk <strong data-start=\"4259\" data-end=\"4280\">digital marketing<\/strong>, tapi sayangnya banyak brand masih kirim email template yang \u201ckering\u201d. Padahal, dengan storytelling visual, kamu bisa ubah email biasa jadi pengalaman kecil yang memorable.<\/p>\n<p data-start=\"4457\" data-end=\"4494\">Beberapa ide yang bisa kamu terapkan:<\/p>\n<ul data-start=\"4495\" data-end=\"4832\">\n<li data-start=\"4495\" data-end=\"4556\">\n<p data-start=\"4497\" data-end=\"4556\">Gunakan <strong data-start=\"4505\" data-end=\"4530\">warna brand konsisten<\/strong> dari header sampai CTA.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4557\" data-end=\"4618\">\n<p data-start=\"4559\" data-end=\"4618\">Tambahkan <strong data-start=\"4569\" data-end=\"4583\">hero image<\/strong> yang mencerminkan mood kampanye.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4619\" data-end=\"4678\">\n<p data-start=\"4621\" data-end=\"4678\">Gunakan <strong data-start=\"4629\" data-end=\"4675\">tipografi yang readable tapi tetap stylish<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4679\" data-end=\"4738\">\n<p data-start=\"4681\" data-end=\"4738\">Sisipkan <strong data-start=\"4690\" data-end=\"4709\">micro-animation<\/strong> atau <strong data-start=\"4715\" data-end=\"4735\">short video loop<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4739\" data-end=\"4832\">\n<p data-start=\"4741\" data-end=\"4832\">Gunakan <strong data-start=\"4749\" data-end=\"4777\">AI untuk auto-segmentasi<\/strong> dan menyesuaikan visual berdasarkan preferensi user.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4834\" data-end=\"5022\">Contoh: brand fashion mengirim email personalisasi dengan gambar outfit yang cocok berdasarkan histori pembelian pengguna. Visualnya bukan cuma indah, tapi juga relevan secara emosional.<\/p>\n<hr data-start=\"5100\" data-end=\"5103\" \/>\n<h3 data-start=\"5105\" data-end=\"5144\">5. Storytelling Visual di Website<\/h3>\n<p data-start=\"5146\" data-end=\"5313\">Website adalah panggung utama brand kamu. Semua elemen visual harus punya alur cerita yang selaras dengan identitas brand \u2014 mulai dari hero banner sampai CTA button.<\/p>\n<p data-start=\"5315\" data-end=\"5519\">Tren 2026 diprediksi akan menunjukkan desain website makin <strong data-start=\"5358\" data-end=\"5371\">immersive<\/strong> dan <strong data-start=\"5376\" data-end=\"5394\">emotion-driven<\/strong>. Elemen seperti <strong data-start=\"5411\" data-end=\"5434\">scroll storytelling<\/strong>, <strong data-start=\"5436\" data-end=\"5458\">parallax animation<\/strong>, dan <strong data-start=\"5464\" data-end=\"5494\">AI-assisted content layout<\/strong> mulai jadi norma baru.<\/p>\n<p data-start=\"5521\" data-end=\"5562\">Beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan:<\/p>\n<ul data-start=\"5563\" data-end=\"5894\">\n<li data-start=\"5563\" data-end=\"5631\">\n<p data-start=\"5565\" data-end=\"5631\">Gunakan <strong data-start=\"5573\" data-end=\"5593\">layout bercerita<\/strong>, dari atas ke bawah seperti narasi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5632\" data-end=\"5705\">\n<p data-start=\"5634\" data-end=\"5705\">Kombinasikan <strong data-start=\"5647\" data-end=\"5678\">warna, ilustrasi, dan video<\/strong> untuk membangun suasana.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5706\" data-end=\"5794\">\n<p data-start=\"5708\" data-end=\"5794\">Terapkan <strong data-start=\"5717\" data-end=\"5742\">auto SEO optimization<\/strong> di CMS biar visual dan konten tetap discoverable.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5795\" data-end=\"5894\">\n<p data-start=\"5797\" data-end=\"5894\">Gunakan <strong data-start=\"5805\" data-end=\"5832\">AI-driven design system<\/strong> untuk mempercepat proses tanpa kehilangan sentuhan manusia.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<hr data-start=\"5977\" data-end=\"5980\" \/>\n<h3 data-start=\"5982\" data-end=\"6036\">6. Konsistensi Visual: Kunci Kuatnya Brand Story<\/h3>\n<p data-start=\"6038\" data-end=\"6207\">Brand yang kuat bukan cuma soal logo, tapi bagaimana mereka menjaga konsistensi visual di semua platform \u2014 termasuk email, website, media sosial, dan campaign digital.<\/p>\n<p data-start=\"6209\" data-end=\"6408\">Gunakan <strong data-start=\"6217\" data-end=\"6243\">brand guideline visual<\/strong>: palet warna, font, tone ilustrasi, dan gaya fotografi yang seragam. Dengan begitu, audiens akan langsung kenal brand kamu bahkan sebelum baca nama atau logo-nya.<\/p>\n<p data-start=\"6410\" data-end=\"6534\">Contoh sukses? Lihat aja Apple. Dari email, website, hingga packaging \u2014 semuanya konsisten dalam tone minimalis dan clean.<\/p>\n<blockquote data-start=\"6536\" data-end=\"6614\">\n<p data-start=\"6538\" data-end=\"6614\">\u201cKonsistensi bukan berarti monoton. Ia adalah cara membangun kepercayaan.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"6675\" data-end=\"6678\" \/>\n<h3 data-start=\"6680\" data-end=\"6728\">7. Tools AI yang Bantu Storytelling Visual<\/h3>\n<p data-start=\"6730\" data-end=\"6842\">Tahun 2026, banyak <strong data-start=\"6749\" data-end=\"6774\">AI tools untuk desain<\/strong> yang bisa mempercepat proses tanpa mengorbankan kualitas. Misalnya:<\/p>\n<ul data-start=\"6843\" data-end=\"7137\">\n<li data-start=\"6843\" data-end=\"6909\">\n<p data-start=\"6845\" data-end=\"6909\"><a href=\"https:\/\/www.canva.com\/magic-design\/\"><strong data-start=\"6845\" data-end=\"6867\">Canva Magic Design<\/strong><\/a>: generate layout otomatis sesuai brief.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6910\" data-end=\"6977\">\n<p data-start=\"6912\" data-end=\"6977\"><a href=\"https:\/\/www.figma.com\/community\/plugin\/1374100303780412337\/designduoai-ai-design-assistant\"><strong data-start=\"6912\" data-end=\"6934\">Figma AI Assistant<\/strong><\/a>: bantu desain wireframe berbasis prompt.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6978\" data-end=\"7059\">\n<p data-start=\"6980\" data-end=\"7059\"><a href=\"https:\/\/runwayml.com\/\"><strong data-start=\"6980\" data-end=\"6993\">Runway ML<\/strong><\/a> dan <a href=\"https:\/\/pikalabsai.org\/\"><strong data-start=\"6998\" data-end=\"7011\">Pika Labs<\/strong><\/a>: bikin video storytelling otomatis dari teks.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7060\" data-end=\"7137\">\n<p data-start=\"7062\" data-end=\"7137\"><a href=\"https:\/\/www.adobe.com\/products\/firefly.html\"><strong data-start=\"7062\" data-end=\"7079\">Adobe Firefly<\/strong><\/a>: ubah konsep jadi gambar realistis buat konten website.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7139\" data-end=\"7241\">Tools ini bantu marketer atau desainer fokus ke strategi cerita, bukan sekadar urusan teknis desain.<\/p>\n<hr data-start=\"7313\" data-end=\"7316\" \/>\n<h3 data-start=\"7318\" data-end=\"7358\">8. Membangun Emosi &amp; Narasi Visual<\/h3>\n<p data-start=\"7360\" data-end=\"7553\">Ingat, storytelling visual bukan cuma soal estetika \u2014 tapi juga soal <strong data-start=\"7429\" data-end=\"7448\">emosi dan makna<\/strong>. Kamu perlu tahu perasaan apa yang ingin ditinggalkan pada audiens setelah mereka melihat desain kamu.<\/p>\n<p data-start=\"7555\" data-end=\"7599\">Gunakan prinsip \u201clihat \u2013 rasakan \u2013 ingat\u201d:<\/p>\n<ol data-start=\"7600\" data-end=\"7731\">\n<li data-start=\"7600\" data-end=\"7640\">\n<p data-start=\"7603\" data-end=\"7640\"><strong data-start=\"7603\" data-end=\"7612\">Lihat<\/strong>: visual menarik perhatian<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7641\" data-end=\"7680\">\n<p data-start=\"7644\" data-end=\"7680\"><strong data-start=\"7644\" data-end=\"7655\">Rasakan<\/strong>: pesan menyentuh emosi<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7681\" data-end=\"7731\">\n<p data-start=\"7684\" data-end=\"7731\"><strong data-start=\"7684\" data-end=\"7693\">Ingat<\/strong>: nilai brand tertanam dalam pikiran<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"7733\" data-end=\"7879\">Contoh: brand travel yang ingin menonjolkan petualangan bisa pakai tone hangat, foto natural, dan layout dinamis yang terasa seperti perjalanan.<\/p>\n<hr data-start=\"7934\" data-end=\"7937\" \/>\n<h3 data-start=\"7939\" data-end=\"7992\">9. Studi Kasus: Storytelling Visual yang Sukses<\/h3>\n<p data-start=\"7994\" data-end=\"8074\">Beberapa brand besar sudah sukses menerapkan storytelling visual lintas kanal:<\/p>\n<ul data-start=\"8076\" data-end=\"8347\">\n<li data-start=\"8076\" data-end=\"8163\">\n<p data-start=\"8078\" data-end=\"8163\"><strong data-start=\"8078\" data-end=\"8088\">Airbnb<\/strong>: setiap gambar dan warna di situsnya mendukung cerita \u201cbelong anywhere\u201d.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8164\" data-end=\"8249\">\n<p data-start=\"8166\" data-end=\"8249\"><strong data-start=\"8166\" data-end=\"8174\">Nike<\/strong>: visual kampanye mereka selalu bercerita soal perjuangan dan keberanian.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8250\" data-end=\"8347\">\n<p data-start=\"8252\" data-end=\"8347\"><strong data-start=\"8252\" data-end=\"8265\">Mailchimp<\/strong>: gabungkan ilustrasi quirky dengan tone ramah \u2014 bikin email terasa \u201cmanusiawi\u201d.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"8349\" data-end=\"8483\">Semua contoh ini punya satu benang merah: visual mereka bukan sekadar pelengkap, tapi elemen utama yang membangun koneksi emosional.<\/p>\n<hr data-start=\"8485\" data-end=\"8488\" \/>\n<h3 data-start=\"8490\" data-end=\"8540\">10. Masa Depan Storytelling Visual di Era AI<\/h3>\n<p data-start=\"8542\" data-end=\"8768\">Di masa depan, storytelling visual akan makin personal dan dinamis. AI bisa bantu memahami gaya visual apa yang paling resonan dengan tiap individu. Tapi peran manusia tetap penting untuk memberi \u201cjiwa\u201d pada visual tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"8770\" data-end=\"8869\">Kolaborasi antara <strong data-start=\"8788\" data-end=\"8818\">AI dan kreativitas manusia<\/strong> adalah masa depan dari <strong data-start=\"8842\" data-end=\"8866\">digital storytelling<\/strong>.<\/p>\n<blockquote data-start=\"8871\" data-end=\"8938\">\n<p data-start=\"8873\" data-end=\"8938\">\u201cAI bisa bantu bikin visual, tapi manusia yang kasih maknanya.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"8940\" data-end=\"8943\" \/>\n<h3 data-start=\"8945\" data-end=\"8958\">Penutup<\/h3>\n<p data-start=\"8960\" data-end=\"9238\">Storytelling visual bukan cuma tren, tapi fondasi baru untuk membangun brand yang punya karakter kuat di dunia digital. Di tahun 2026, brand yang bisa <strong data-start=\"9111\" data-end=\"9184\">menyampaikan cerita lewat warna, tipografi, dan visual yang konsisten<\/strong> akan lebih diingat daripada yang cuma fokus jualan.<\/p>\n<p data-start=\"9240\" data-end=\"9328\">Jadi, mulai sekarang: jangan cuma desain untuk dilihat. <strong data-start=\"9296\" data-end=\"9326\">Desainlah untuk dirasakan.<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"9240\" data-end=\"9328\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah nggak sih kamu buka email promo atau landing page, tapi malah bengong karena tampilannya\u2026 gitu-gitu aja? &#x1f605; Warnanya flat, font-nya kaku, dan gambarnya terasa \u201ctemplate banget\u201d. Di era sekarang, di mana audiens scrolling lebih cepat daripada kedipan mata, desain yang membosankan bisa bikin brand&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/storytelling-visual-2026-bikin-email-website-lebih-hidup\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">Storytelling Visual 2026: Bikin Email &#038; Website Lebih Hidup!<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":35483,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,9857,9895],"tags":[],"class_list":["post-35481","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-free-talk","category-web-development","category-email-marketing","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35481","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35481"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35481\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35697,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35481\/revisions\/35697"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35481"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35481"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35481"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}