{"id":35439,"date":"2025-09-22T09:00:53","date_gmt":"2025-09-22T02:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/?p=35439"},"modified":"2025-09-22T09:20:34","modified_gmt":"2025-09-22T02:20:34","slug":"ui-ux-cms-dashboard-nyaman-bikin-tim-konten-lebih-gesit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/ui-ux-cms-dashboard-nyaman-bikin-tim-konten-lebih-gesit\/","title":{"rendered":"UI\/UX CMS: Dashboard Nyaman Bikin Tim Konten Lebih Gesit"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"239\" data-end=\"297\"><strong>UI\/UX CMS: Kenapa Desain Dashboard Penting Buat Produktivitas Tim Konten?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"299\" data-end=\"679\">Bayangkan sejenak: kamu sedang dikejar deadline untuk menerbitkan artikel mingguan. Semua materi sudah siap, tapi saat masuk ke <strong data-start=\"427\" data-end=\"444\">dashboard CMS<\/strong>, butuh waktu lama hanya untuk mencari menu upload gambar. Atau, saat ingin mengatur heading, tombolnya tersembunyi jauh di dalam submenu yang membingungkan. Bukannya fokus pada kreativitas, waktu habis hanya untuk teknis yang rumit.<\/p>\n<p data-start=\"681\" data-end=\"1054\">Nah, di sinilah pentingnya desain <strong data-start=\"715\" data-end=\"728\">UI\/UX CMS<\/strong> yang nyaman, rapi, dan mudah dipahami. Bukan hanya sekadar tampilan, melainkan fondasi yang memengaruhi produktivitas tim konten sehari-hari. Artikel ini akan membahas bagaimana <strong data-start=\"907\" data-end=\"924\">dashboard CMS<\/strong> dengan desain <strong data-start=\"939\" data-end=\"956\">user-friendly<\/strong> bisa mempercepat alur kerja, meningkatkan kolaborasi, sekaligus memberi dampak besar pada bisnis.<\/p>\n<blockquote data-start=\"1056\" data-end=\"1128\">\n<p data-start=\"1058\" data-end=\"1128\"><em data-start=\"1058\" data-end=\"1128\">\u201cUI yang ribet bikin kerja lambat, UI yang simple bikin ide lancar.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"1130\" data-end=\"1133\" \/>\n<h2 data-start=\"1135\" data-end=\"1166\">Kenapa UI\/UX Penting di CMS?<\/h2>\n<p data-start=\"1168\" data-end=\"1554\"><strong data-start=\"1168\" data-end=\"1191\">UI (User Interface)<\/strong> adalah tampilan antarmuka yang dilihat dan digunakan pengguna, sementara <strong data-start=\"1265\" data-end=\"1289\">UX (User Experience)<\/strong> adalah pengalaman keseluruhan saat menggunakannya. Dalam konteks <strong data-start=\"1355\" data-end=\"1390\">CMS (Content Management System)<\/strong>, keduanya sangat penting karena mayoritas tim konten bukan programmer. Mereka butuh alat yang intuitif agar bisa langsung produktif tanpa banyak hambatan teknis.<\/p>\n<p data-start=\"1556\" data-end=\"1854\">Sebuah <strong data-start=\"1563\" data-end=\"1580\">antarmuka CMS<\/strong> yang sederhana akan mengurangi kurva belajar bagi anggota tim baru. Bayangkan jika setiap kali ada karyawan baru, perusahaan harus menghabiskan berhari-hari hanya untuk training teknis penggunaan CMS. Dengan desain <strong data-start=\"1796\" data-end=\"1809\">UI\/UX CMS<\/strong> yang baik, adaptasi bisa jauh lebih cepat.<\/p>\n<p data-start=\"1856\" data-end=\"2036\">Lebih jauh lagi, <strong data-start=\"1873\" data-end=\"1896\">workflow konten CMS<\/strong> yang efisien akan membantu tim menjaga konsistensi publikasi. Di era digital, konsistensi adalah kunci dalam membangun kepercayaan audiens.<\/p>\n<hr data-start=\"2038\" data-end=\"2041\" \/>\n<h2 data-start=\"2043\" data-end=\"2085\">Dashboard CMS: Pusat Komando Tim Konten<\/h2>\n<p data-start=\"2087\" data-end=\"2332\">Bisa dibilang, <strong data-start=\"2102\" data-end=\"2119\">dashboard CMS<\/strong> adalah \u201cpintu depan\u201d bagi semua orang yang bekerja di dalamnya. Dari dashboard inilah penulis, editor, desainer, hingga administrator mengatur alur konten mulai dari konsep, penulisan, revisi, hingga publikasi.<\/p>\n<p data-start=\"2334\" data-end=\"2526\">Jika dashboard membingungkan, setiap proses akan terhambat. Namun jika dashboard nyaman dan jelas, tim akan lebih fokus pada pekerjaan inti: menghasilkan konten yang relevan dan berkualitas.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2528\" data-end=\"2625\">\n<p data-start=\"2530\" data-end=\"2625\"><em data-start=\"2530\" data-end=\"2625\">\u201cDashboard CMS itu seperti ruang kerja digital. Semakin rapi, semakin produktif penghuninya.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"2627\" data-end=\"2630\" \/>\n<h2 data-start=\"2632\" data-end=\"2685\">Faktor Desain UI\/UX yang Membuat CMS User-Friendly<\/h2>\n<p data-start=\"2687\" data-end=\"2767\">Agar <strong data-start=\"2692\" data-end=\"2713\">CMS user-friendly<\/strong>, ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan:<\/p>\n<ol data-start=\"2769\" data-end=\"3418\">\n<li data-start=\"2769\" data-end=\"2933\">\n<p data-start=\"2772\" data-end=\"2933\"><strong data-start=\"2772\" data-end=\"2804\">Navigasi Sederhana dan Jelas<\/strong><br data-start=\"2804\" data-end=\"2807\" \/>Menu yang terstruktur dengan baik, sidebar yang logis, serta search bar yang efektif memudahkan pengguna menemukan fitur.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2935\" data-end=\"3078\">\n<p data-start=\"2938\" data-end=\"3078\"><strong data-start=\"2938\" data-end=\"2958\">Visual Hierarchy<\/strong><br data-start=\"2958\" data-end=\"2961\" \/>Tombol-tombol penting seperti \u201cTambah Konten\u201d atau \u201cPublikasi\u201d harus lebih menonjol dibandingkan fitur sekunder.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3080\" data-end=\"3275\">\n<p data-start=\"3083\" data-end=\"3275\"><strong data-start=\"3083\" data-end=\"3117\">Responsive dan Mobile-Friendly<\/strong><br data-start=\"3117\" data-end=\"3120\" \/>Banyak tim konten yang bekerja secara remote. <strong data-start=\"3169\" data-end=\"3186\">Antarmuka CMS<\/strong> yang mobile-friendly memungkinkan mereka tetap produktif lewat tablet atau smartphone.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3277\" data-end=\"3418\">\n<p data-start=\"3280\" data-end=\"3418\"><strong data-start=\"3280\" data-end=\"3299\">Kecepatan Akses<\/strong><br data-start=\"3299\" data-end=\"3302\" \/>Loading lambat bisa membuat mood tim hancur. CMS dengan performa optimal memastikan semua fitur berjalan mulus.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3420\" data-end=\"3516\">Dengan kombinasi faktor-faktor ini, <strong data-start=\"3456\" data-end=\"3469\">UI\/UX CMS<\/strong> benar-benar bisa menjadi kunci kenyamanan tim.<\/p>\n<hr data-start=\"3518\" data-end=\"3521\" \/>\n<h2 data-start=\"3523\" data-end=\"3565\">UI\/UX CMS dan Efisiensi Workflow Konten<\/h2>\n<p data-start=\"3567\" data-end=\"3757\">Workflow konten adalah proses dari ide hingga publikasi. Semakin panjang dan rumit proses teknisnya, semakin lama konten terbit. Desain dashboard yang baik bisa memangkas step tidak perlu.<\/p>\n<p data-start=\"3759\" data-end=\"3909\">Contoh nyata: CMS dengan <strong data-start=\"3784\" data-end=\"3806\">drag &amp; drop editor<\/strong> akan lebih efisien dibandingkan dengan sistem yang mengharuskan pengguna mengisi banyak form manual.<\/p>\n<p data-start=\"3911\" data-end=\"4065\"><strong data-start=\"3911\" data-end=\"3934\">Efisiensi kerja CMS<\/strong> bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal mengurangi kemungkinan human error. Saat UI jelas, risiko salah klik menurun drastis.<\/p>\n<hr data-start=\"4067\" data-end=\"4070\" \/>\n<h2 data-start=\"4072\" data-end=\"4109\">Dampak Buruk Desain CMS yang Rumit<\/h2>\n<p data-start=\"4111\" data-end=\"4183\">Jika desain <strong data-start=\"4123\" data-end=\"4140\">dashboard CMS<\/strong> terlalu kompleks, dampaknya bisa serius:<\/p>\n<ul data-start=\"4185\" data-end=\"4439\">\n<li data-start=\"4185\" data-end=\"4282\">\n<p data-start=\"4187\" data-end=\"4282\"><strong data-start=\"4187\" data-end=\"4206\">Konten tertunda<\/strong>: proses yang seharusnya selesai dalam 1 jam bisa molor hingga berjam-jam.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4283\" data-end=\"4348\">\n<p data-start=\"4285\" data-end=\"4348\"><strong data-start=\"4285\" data-end=\"4302\">Tim frustrasi<\/strong>: motivasi menurun, ide kreatif jadi mandek.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4349\" data-end=\"4439\">\n<p data-start=\"4351\" data-end=\"4439\"><strong data-start=\"4351\" data-end=\"4376\">Human error meningkat<\/strong>: misalnya salah memilih template, atau bahkan salah publish.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote data-start=\"4441\" data-end=\"4524\">\n<p data-start=\"4443\" data-end=\"4524\"><em data-start=\"4443\" data-end=\"4524\">\u201cDashboard ribet itu bukan sekadar masalah teknis, tapi juga masalah mood tim.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"4526\" data-end=\"4529\" \/>\n<h2 data-start=\"4531\" data-end=\"4562\">UI\/UX CMS dan Kolaborasi Tim<\/h2>\n<p data-start=\"4564\" data-end=\"4716\">Kolaborasi adalah elemen penting dalam produksi konten. Dalam sebuah CMS biasanya ada berbagai role: penulis, editor, desainer, hingga manajer konten.<\/p>\n<p data-start=\"4718\" data-end=\"4751\">Dengan <strong data-start=\"4725\" data-end=\"4738\">UI\/UX CMS<\/strong> yang baik:<\/p>\n<ul data-start=\"4752\" data-end=\"4926\">\n<li data-start=\"4752\" data-end=\"4800\">\n<p data-start=\"4754\" data-end=\"4800\">Penulis bisa langsung menulis tanpa bingung.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4801\" data-end=\"4856\">\n<p data-start=\"4803\" data-end=\"4856\">Editor bisa melakukan revisi dengan komentar jelas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4857\" data-end=\"4926\">\n<p data-start=\"4859\" data-end=\"4926\">Manajer konten bisa memantau progress lewat notifikasi yang rapi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4928\" data-end=\"5061\"><strong data-start=\"4928\" data-end=\"4951\">Workflow konten CMS<\/strong> yang mendukung kolaborasi akan mempercepat proses review dan approval, sehingga publikasi konten lebih gesit.<\/p>\n<hr data-start=\"5063\" data-end=\"5066\" \/>\n<h2 data-start=\"5068\" data-end=\"5104\">CMS User-Friendly vs CMS Advanced<\/h2>\n<p data-start=\"5106\" data-end=\"5151\">Ada dua kategori besar dalam pemilihan CMS:<\/p>\n<ol data-start=\"5153\" data-end=\"5478\">\n<li data-start=\"5153\" data-end=\"5304\">\n<p data-start=\"5156\" data-end=\"5304\"><strong data-start=\"5156\" data-end=\"5177\">CMS user-friendly<\/strong>: biasanya dipakai oleh tim kecil atau bisnis menengah. Contohnya WordPress atau Webflow. Fokusnya pada kemudahan penggunaan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5305\" data-end=\"5478\">\n<p data-start=\"5308\" data-end=\"5478\"><strong data-start=\"5308\" data-end=\"5324\">CMS advanced<\/strong>: banyak digunakan perusahaan besar dengan kebutuhan kompleks. Biasanya memiliki dashboard custom, integrasi API, dan fitur advance untuk tim developer.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"5480\" data-end=\"5618\">Masing-masing memiliki kelebihan. Namun, baik <strong data-start=\"5526\" data-end=\"5547\">CMS user-friendly<\/strong> maupun advanced, desain UI\/UX tetap menjadi kunci kenyamanan pengguna.<\/p>\n<hr data-start=\"5620\" data-end=\"5623\" \/>\n<h2 data-start=\"5625\" data-end=\"5660\">Studi Kasus: Benchmark UI\/UX CMS<\/h2>\n<p data-start=\"5662\" data-end=\"5701\">Beberapa contoh bisa dijadikan acuan:<\/p>\n<ul data-start=\"5703\" data-end=\"5982\">\n<li data-start=\"5703\" data-end=\"5784\">\n<p data-start=\"5705\" data-end=\"5784\"><a href=\"https:\/\/wordpress.org\/gutenberg\/\"><strong data-start=\"5705\" data-end=\"5728\">WordPress Gutenberg<\/strong><\/a>: membawa pendekatan block editor yang lebih intuitif.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5785\" data-end=\"5893\">\n<p data-start=\"5787\" data-end=\"5893\"><a href=\"https:\/\/www.notion.com\/\"><strong data-start=\"5787\" data-end=\"5797\">Notion<\/strong><\/a>: walaupun bukan CMS murni, UI\/UX-nya sering dipuji karena simple, fleksibel, dan kolaboratif.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5894\" data-end=\"5982\">\n<p data-start=\"5896\" data-end=\"5982\"><a href=\"https:\/\/new.drupal.org\/home\"><strong data-start=\"5896\" data-end=\"5906\">Drupal<\/strong><\/a>: powerful tapi sering dikritik karena UI yang terlalu teknis bagi pemula.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5984\" data-end=\"6090\">Studi kasus ini menunjukkan bahwa <strong data-start=\"6018\" data-end=\"6035\">antarmuka CMS<\/strong> yang baik bisa menjadi faktor penentu adopsi platform.<\/p>\n<hr data-start=\"6092\" data-end=\"6095\" \/>\n<h2 data-start=\"6097\" data-end=\"6137\">Tips Bikin Dashboard CMS Lebih Nyaman<\/h2>\n<p data-start=\"6139\" data-end=\"6226\">Ada beberapa cara untuk memperbaiki <strong data-start=\"6175\" data-end=\"6188\">UI\/UX CMS<\/strong> agar lebih mendukung produktivitas:<\/p>\n<ul data-start=\"6228\" data-end=\"6436\">\n<li data-start=\"6228\" data-end=\"6271\">\n<p data-start=\"6230\" data-end=\"6271\"><strong data-start=\"6230\" data-end=\"6269\">Gunakan desain clean dan konsisten.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6272\" data-end=\"6323\">\n<p data-start=\"6274\" data-end=\"6323\"><strong data-start=\"6274\" data-end=\"6299\">Customisasi dashboard<\/strong> sesuai role pengguna.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6324\" data-end=\"6395\">\n<p data-start=\"6326\" data-end=\"6395\"><strong data-start=\"6326\" data-end=\"6358\">Tambahkan fitur quick access<\/strong> agar fungsi populer mudah diakses.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6396\" data-end=\"6436\">\n<p data-start=\"6398\" data-end=\"6436\"><strong data-start=\"6398\" data-end=\"6433\">Pakai warna dan ikon ramah mata<\/strong>.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6438\" data-end=\"6519\">Semua hal ini sederhana tapi bisa berdampak besar pada <strong data-start=\"6493\" data-end=\"6516\">workflow konten CMS<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"6521\" data-end=\"6524\" \/>\n<h2 data-start=\"6526\" data-end=\"6563\">Peran Developer dan Designer UI\/UX<\/h2>\n<p data-start=\"6565\" data-end=\"6737\">Sebuah CMS yang baik lahir dari kolaborasi antara tim developer dan UI\/UX designer. Developer fokus pada fungsi teknis, sedangkan designer fokus pada pengalaman pengguna.<\/p>\n<p data-start=\"6739\" data-end=\"6878\">Jika keduanya bekerja selaras, hasilnya adalah <strong data-start=\"6786\" data-end=\"6803\">antarmuka CMS<\/strong> yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga menyenangkan digunakan.<\/p>\n<blockquote data-start=\"6880\" data-end=\"6952\">\n<p data-start=\"6882\" data-end=\"6952\"><em data-start=\"6882\" data-end=\"6952\">\u201cCMS bukan cuma soal coding, tapi soal bikin kerja tim jadi lancar.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<hr data-start=\"6954\" data-end=\"6957\" \/>\n<h2 data-start=\"6959\" data-end=\"6988\">Dampak UI\/UX CMS ke Bisnis<\/h2>\n<p data-start=\"6990\" data-end=\"7048\">Efek positif desain <strong data-start=\"7010\" data-end=\"7023\">UI\/UX CMS<\/strong> yang baik pada bisnis:<\/p>\n<ul data-start=\"7049\" data-end=\"7262\">\n<li data-start=\"7049\" data-end=\"7120\">\n<p data-start=\"7051\" data-end=\"7120\"><strong data-start=\"7051\" data-end=\"7080\">Konten lebih cepat terbit<\/strong>, brand lebih responsif terhadap tren.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7121\" data-end=\"7176\">\n<p data-start=\"7123\" data-end=\"7176\"><strong data-start=\"7123\" data-end=\"7146\">Tim lebih produktif<\/strong>, biaya operasional menurun.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7177\" data-end=\"7262\">\n<p data-start=\"7179\" data-end=\"7262\"><strong data-start=\"7179\" data-end=\"7212\">Proses training lebih singkat<\/strong>, sehingga onboarding karyawan baru lebih cepat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"7264\" data-end=\"7345\">Semua ini akhirnya mendukung tujuan utama: pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.<\/p>\n<pre data-start=\"7264\" data-end=\"7345\"><strong>Baca Artikel Lain: \"<a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/kolaborasi-web-developer-jasa-seo-rahasia-ranking-1\/\">Kolaborasi Web Developer &amp; Jasa SEO: Rahasia Ranking #1<\/a>\"<\/strong><\/pre>\n<hr data-start=\"7347\" data-end=\"7350\" \/>\n<h2 data-start=\"7352\" data-end=\"7409\">Kesimpulan: Dashboard CMS yang Nyaman, Tim Lebih Gesit<\/h2>\n<p data-start=\"7411\" data-end=\"7685\">Pada akhirnya, <strong data-start=\"7426\" data-end=\"7439\">UI\/UX CMS<\/strong> bukan hanya soal estetika. Ia adalah fondasi yang menentukan apakah tim konten bisa bekerja dengan gesit atau justru terhambat. <strong data-start=\"7568\" data-end=\"7585\">Dashboard CMS<\/strong> yang nyaman memberi ruang bagi kreativitas untuk berkembang, bukan tenggelam dalam urusan teknis.<\/p>\n<p data-start=\"7687\" data-end=\"7778\">Jadi, kalau ingin tim konten lebih produktif, mulailah dari dashboard yang user-friendly.<\/p>\n<blockquote data-start=\"7780\" data-end=\"7853\">\n<p data-start=\"7782\" data-end=\"7853\"><em data-start=\"7782\" data-end=\"7851\">\u201cMau tim gesit? Mulai dari dashboard yang bikin kerja jadi nikmat.\u201d<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"7782\" data-end=\"7853\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UI\/UX CMS: Kenapa Desain Dashboard Penting Buat Produktivitas Tim Konten? Bayangkan sejenak: kamu sedang dikejar deadline untuk menerbitkan artikel mingguan. Semua materi sudah siap, tapi saat masuk ke dashboard CMS, butuh waktu lama hanya untuk mencari menu upload gambar. Atau, saat ingin mengatur heading, tombolnya&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/ui-ux-cms-dashboard-nyaman-bikin-tim-konten-lebih-gesit\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">UI\/UX CMS: Dashboard Nyaman Bikin Tim Konten Lebih Gesit<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":35441,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9857],"tags":[],"class_list":["post-35439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-web-development","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35439"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35440,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35439\/revisions\/35440"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35441"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}