{"id":32987,"date":"2021-01-29T15:54:45","date_gmt":"2021-01-29T08:54:45","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.com\/blog\/?p=32987"},"modified":"2021-12-20T12:02:33","modified_gmt":"2021-12-20T05:02:33","slug":"website-trend-jualan-via-web","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/website-trend-jualan-via-web\/","title":{"rendered":"Website Trend 2021: Pahami Caranya Jualan via Website &#x1f440;"},"content":{"rendered":"<p>Penggunaan <strong>website<\/strong> sebagai <em>channel <\/em>pendukung kegiatan bisnis sudah sangat sering dilakukan. Hal ini dikarenakan kemudahan akses yang diberikan oleh website bagi pebisnis, baik untuk menjangkau pelanggannya ataupun mendapatkan pelanggan baru. Terlebih lagi di jaman <em>mobile <\/em>sekarang, dimana <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\"><strong>website<\/strong><\/a> dapat diakses jauh lebih mudah dengan menggunakan perangkat <em>mobile <\/em>dari manapun pengunjung berada<em>.<\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_32989\" aria-describedby=\"caption-attachment-32989\" style=\"width: 1600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32989 size-full\" src=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy.jpg\" alt=\"website-untuk-jualan-dipstrategy\" width=\"1600\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy.jpg 1600w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy-300x180.jpg 300w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy-1024x614.jpg 1024w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy-768x461.jpg 768w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy-1536x922.jpg 1536w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-dipstrategy-583x350.jpg 583w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-32989\" class=\"wp-caption-text\">image source : Volusion<\/figcaption><\/figure>\n<h3>Trafik website<\/h3>\n<p><em>Traffic \/ Trafik<\/em> pengunjung yang tinggi sudah pasti menjadi keinginan setiap pemilik bisnis dan website. <em>Traffic <\/em>yang tinggi berasal dari jumlah pengunjung yang banyak. Namun hal ini bukan berarti bahwa <em>traffic<\/em> yang tinggi secara otomatis akan meningkatkan jumlah pelanggan. Perlu adanya proses konversi agar pengunjung website dapat menjadi pelanggan. Proses konversi yang tidak baik pastinya akan mengurangi pertumbuhan jumlah pelanggan meskipun website memiliki <em>traffic <\/em>yang tinggi. Lalu bagaimana caranya untuk kamu bisa mendapatkan nilai konversi yang bagus?<\/p>\n<p>Perlu diingat bahwa pengunjung website sejatinya adalah manusia (meskipun ada juga yang bot, sih &#x1f916;). Dalam konsep marketing, proses pengambilan keputusan manusia dalam melakukan pembelian yaitu karena adanya <strong>keinginan untuk menjadi lebih baik<\/strong> atau <strong>membuat keadaan menjadi lebih menyenangkan<\/strong> dengan adanya barang atau jasa yang dibeli tersebut. Maka dari itu, website kamu sangat perlu memiliki konten yang menggugah pengunjung untuk menimbulkan ketertarikan <em>(interest) <\/em>sehingga mereka akan melakukan pembelian barang atau jasa yang kamu tawarkan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_32990\" aria-describedby=\"caption-attachment-32990\" style=\"width: 450px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-02-dipstrategy.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32990 size-full\" src=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-02-dipstrategy.jpg\" alt=\"website-untuk-jualan\" width=\"450\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-02-dipstrategy.jpg 450w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-02-dipstrategy-288x300.jpg 288w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/jualan-via-website-02-dipstrategy-337x350.jpg 337w\" sizes=\"auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-32990\" class=\"wp-caption-text\">image source : Pixtastock<\/figcaption><\/figure>\n<h3>Strategi marketing AIDA<\/h3>\n<p>Salah satu rumus marketing yang sering digunakan adalah <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/AIDA_(marketing)\">AIDA<\/a>. AIDA sendiri merupakan singkatan dari 4 kata: <strong><em>Attention<\/em><\/strong> (Perhatian), <strong><em>Interest<\/em><\/strong> (Ketertarikan), <strong><em>Desire<\/em><\/strong> (Keinginan), dan <strong><em>Action<\/em><\/strong> (Tindakan). Kamu bisa melakukan implementasi rumus AIDA ini untuk meningkatkan nilai konversi kamu. Apa saja AIDA itu? Berikut penjelasan dari masing-masing tahapannya.<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h4><strong>Website Attention<\/strong> (Perhatian)<\/h4>\n<p>Pada tahap ini, konten yang diakses oleh pengunjung harus dapat menarik perhatian. Dalam konteks konten website biasanya dapat dilakukan dengan membuat sesuatu yang unik. Contohnya seperti judul artikel ini &#x1f609;.<\/p>\n<p>Mudah kan? Nah, kalau sudah mendapatkan perhatian pengunjung maka kamu bisa masuk ke langkah berikutnya.<\/li>\n<li>\n<h4><strong>Interest<\/strong> (Ketertarikan)<\/h4>\n<p>Sekarang kamu sudah mendapatkan perhatian pengunjung. Langkah berikutnya adalah menarik minat mereka. Setiap orang pasti memiliki minat yang berbeda. Lalu bagaimana caranya untuk menarik minat yang berbeda-beda tersebut?<\/p>\n<p>Cara yang paling sering digunakan adalah dengan mencoba memberikan jawaban atau solusi atas permasalahan yang umum dialami oleh target pelanggan kamu. Cara ini sekaligus dapat memberitahukan <em>value <\/em>yang dimiliki oleh produk atau jasa yang kamu tawarkan. Sebagai contoh, buat pernyataan seperti \u201cBegini cara untuk mulai berinvestasi dengan modal Rp 10.000\u201d. Dengan begitu pengunjung website kamu akan tertarik dengan konten yang kamu tawarkan, karena mereka secara langsung menyadari bahwa konten kamu sangat relevan dengan permasalahan yang mereka hadapi.<\/li>\n<li>\n<h4><strong>Desire<\/strong> (Keinginan)<\/h4>\n<p>Setelah pengunjung website kamu tertarik dengan apa yang akan kamu tawarkan, langkah selanjutnya adalah membuat mereka menginginkan barang atau jasa yang kamu tawarkan. Ingat di awal, bahwa pengunjung website kamu sejatinya adalah manusia. Sudah karakternya setiap manusia untuk menjadi lebih baik atau membuat keadaan menjadi lebih menyenangkan. Maka sebaik-baiknya dan secanggih-canggihnya produk kamu, usahakan untuk menawarkan manfaat dari jualan kamu daripada menawarkan kecanggihan produk kamu. Beberapa contoh:<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cKamera ini resolusinya 40MP\u201d terasa kurang menggugah dibandingkan dengan \u201cKamu makin cantik kalau foto pakai kamera ini\u201d, atau<\/li>\n<li>\u201cRumah ini luasnya 300 meter persegi\u201d akan terasa kurang menggugah dibandingkan dengan \u201cKamu bahkan bisa membuat kolam renang di rumah ini\u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>Lihat perbedaannya? Kalau sudah, sekarang kita masuk ke langkah berikutnya. Baca juga : <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/trafik-website-meningkatkan-trafik-di-2021\/\"><strong>Meningkatkan Trafik Dengan Kinerja Web<\/strong><\/a>.<\/li>\n<li>\n<h4><strong>Action<\/strong> (Tindakan)<\/h4>\n<p>Langkah ini adalah inti dari semua proses yang kamu lakukan. Tanpa aksi yang dilakukan, pengunjung masih tetaplah sekedar pengunjung dan belum menjadi konsumen. Bisnis kamu belum berjalan. Pengunjung harus bisa melakukan aksi pembelian barang atau jasa yang kamu tawarkan.<\/p>\n<p>Saat konsumen sudah menginginkan jualan kamu, arahkan mereka untuk melakukan suatu aksi. Manfaat konsep <em>call-to-action<\/em> (CTA), yaitu kalimat yang mengajak atau mengarahkan pengunjung melakukan suatu aksi. Misalnya seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>\u201cKlik disini untuk memesan sekarang juga!\u201d<\/li>\n<li>\u201cHubungi kami di nomor 081234567890\u201d<\/li>\n<li>\u201cKunjungi akun sosial kami dengan menekan tombol di bawah\u201d<\/li>\n<li>Dan lain sebagainya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Meskipun aksi yang dilakukan oleh pelanggan bukan merupakan aksi pembelian secara langsung, aksi tersebut sudah membuat pengunjung <strong>website<\/strong> kamu selangkah lebih dekat dengan pembelian barang atau jasa yang kamu tawarkan. Tidak semua pengunjung akan langsung membeli jualan kamu, namun dengan memanfaatkan CTA kamu sudah menempatkan mereka lebih mudah mencari kamu jika mereka sudah memutuskan untuk melakukan pembelian.<\/p>\n<p>Atau jika dari CTA tersebut pengunjung masih harus melalui beberapa langkah untuk membeli produk kamu, misalnya dengan mengisi form pemesanan, kamu dapat tetap menggunakan CTA untuk membantu pelanggan melalui proses tersebut sampai selesai dan pengunjung telah melakukan pembelian.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Keempat hal ini adalah sebuah urutan tahapan yang dialami pengunjung <a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\"><strong>website<\/strong><\/a> hingga dapat menjadi pelanggan bisnis kamu. Perlu diingat bahwa pengunjung juga manusia, jadi harap bersabar dalam melakukan keempat langkah tersebut. Jangan terburu-buru sehingga pengunjung merasa belum merasa permasalahannya terjawab, dan juga jangan terlalu bertele-tele sehingga pengunjung menjadi bosan. Ulas kembali konten yang kamu buat dari sudut pandang konsumen hingga kamu merasa tertarik dengan jualan kamu sendiri. Selamat jualan! &#x1f4b0;&#x1f4b0;&#x1f4b0;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penggunaan website sebagai channel pendukung kegiatan bisnis sudah sangat sering dilakukan. Hal ini dikarenakan kemudahan akses yang diberikan oleh website bagi pebisnis, baik untuk menjangkau pelanggannya ataupun mendapatkan pelanggan baru. Terlebih lagi di jaman mobile sekarang, dimana website dapat diakses jauh lebih mudah dengan menggunakan&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/website-trend-jualan-via-web\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">Website Trend 2021: Pahami Caranya Jualan via Website &#x1f440;<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1491,"featured_media":32989,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,9856],"tags":[9858,1988,9870,9865],"class_list":["post-32987","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-free-talk","category-digital-marketing","tag-digital-agency-jakarta","tag-seo","tag-web-marketing","tag-website","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32987","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1491"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32987"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32987\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33466,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32987\/revisions\/33466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32989"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32987"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32987"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32987"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}