{"id":32171,"date":"2018-02-02T10:35:23","date_gmt":"2018-02-02T03:35:23","guid":{"rendered":"https:\/\/dipstrategy.com\/blog\/?p=32171"},"modified":"2022-01-31T11:35:51","modified_gmt":"2022-01-31T04:35:51","slug":"3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi\/","title":{"rendered":"3 Langkah Tidak Biasa dalam Menyiapkan Presentasi"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_33698\" aria-describedby=\"caption-attachment-33698\" style=\"width: 1024px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-33698 size-large\" src=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-1024x683.jpg\" alt=\"3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-300x200.jpg 300w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-768x512.jpg 768w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi-2048x1365.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-33698\" class=\"wp-caption-text\">Sumber: Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Keseharian dalam pekerjaan kerap menuntut kita membuat aneka ragam presentasi untuk dihidangkan dalam berbagai macam acara. Mulai dari presentasi mingguan, bulanan (biasanya report), rencana kerja tahunan, hingga presentasi kepada klien.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_32178\" aria-describedby=\"caption-attachment-32178\" style=\"width: 743px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/03Jun13_Anderson_killer-presentation.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-32178\" src=\"https:\/\/dipstrategy.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/02\/03Jun13_Anderson_killer-presentation.png\" alt=\"3 langkah presentasi - dipstrategy\" width=\"743\" height=\"318\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-32178\" class=\"wp-caption-text\">source : <a href=\"https:\/\/baomoi.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">baomoi.com<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left;\">Sesungguhnya, tidak ada aturan baku dalam menyusun presentasi, karena tergantung dari objective dan industri pekerjaan yang digeluti saat ini. Namun, setidaknya ada 3 langkah yang bisa kita terapkan <strong><em>jika<\/em><\/strong> kebetulan kamu bekerja di industri kreatif, yaitu:<\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\">\n<li><strong>Bayangkan suasana ketika presentasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\">Ini penting, karena kita harus tau akan berbicara kepada siapa. Klien? Oke, levelnya apa? Bagian apa? Makin tinggi level artinya makin dihindari detil teknis yang digunakan. Pada seseorang dengan level tinggi, kita harus bicara tentang visi dan mimpi dari perusahaan tersebut yang akan dicapai jika bekerjasama dengan kantormu.<\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\" start=\"2\">\n<li><strong>Sisipkan \u2018kisah\u2019 di dalam presentasi<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\">Ini tentative, tidak mutlak diperlukan. Namun seringkali, terjadi gap antara background menuju objective ataupun dari objective menuju concept. Saat seperti itulah, sedikit kisah dapat dimasukkan untuk menjadi jembatan antara 2 bagian tadi.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <\/strong><a href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/10-strategi-digital-marketing\/\">10 Strategi Digital Marketing di Tengah Pandemi Covid-19<\/a><\/p>\n<ol style=\"text-align: left;\" start=\"3\">\n<li><strong>Gunakan visual yang menarik dan mudah dipahami<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: left;\">Ini subjektif, karena menarik menurut kita belum tentu menurut audience. Intinya, penggunaan visual sebisa mungkin tidak menimbulkan pertanyaan tambahan dari audience, misal \u201ckok gambarnya bule? Kan konsumen kita orang Indonesia?\u201d atau pertanyaan abadi sepanjang masa, \u201citu apa? Lo..rem\u2026ipsum? Maksudnya apa?\u201d hazzzz\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Nah, itu versi panjangnya. Sebenarnya bikin presentasi itu cukup dijabarkan dalam 3 hal sederhana; <strong>struktur<\/strong>, <strong>konten<\/strong>, dan <strong>visual<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Tapi, jika kebetulan saat ini kamu berkutat di pekerjaan seputar banking, insurance dan beberapa industri sejenis, maka presentasi kamu hanya butuh 3 hal ini; <strong>data<\/strong>, <strong>data<\/strong>, dan <strong>data<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keseharian dalam pekerjaan kerap menuntut kita membuat aneka ragam presentasi untuk dihidangkan dalam berbagai macam acara. Mulai dari presentasi mingguan, bulanan (biasanya report), rencana kerja tahunan, hingga presentasi kepada klien. &nbsp; Sesungguhnya, tidak ada aturan baku dalam menyusun presentasi, karena tergantung dari objective dan industri&#8230;<\/p>\n<div class=\"more-link-wrapper\"><a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/3-langkah-tidak-biasa-dalam-menyiapkan-presentasi\/\">Read the post<span class=\"screen-reader-text\">3 Langkah Tidak Biasa dalam Menyiapkan Presentasi<\/span><\/a><\/div>\n","protected":false},"author":1488,"featured_media":32178,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9855,9856],"tags":[],"class_list":["post-32171","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-digital-agency","category-digital-marketing","excerpt","zoom","full-without-featured","even","excerpt-0"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1488"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32171"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33700,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32171\/revisions\/33700"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32171"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32171"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dipstrategy.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32171"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}